. Delegasi industri teknologi tinggi Italia, Finmeccanica, yang dipimpin Executive Vice President Finmeccanica, Giovanni Soccodato bertemu Menko Maritim, Indroyono Soesilo untuk merintis kerja sama teknologi kemaritiman yang berkaitan dengan pengembangangan sistem Command, Control, Communcation dan Information (C3I) bagi pengawasan dan pemantauan laut, kerja sama pembangunan pesawat regional R-80, dan kerja sama kajian pembangunan Satelit Remote Sensing INASAT.
Dalam pertemuan yang juga dihadiri Duta Besar Italia di Jakarta, Federico Faila itu, Menko Indroyono menyampaikan tentang telah dibentuknya Badan Keamanan Laut (Bakamla) sesuai amanat UU No. 32/2014, yang saat ini juga tengah merancang konsep C3I guna mengintegrasikan semua sistem informasi pengawasan dan pengendalian laut di kementerian/lembaga, di bawah koordinasi Bakamla.
Disamping itu, telah dibahas pula rintisan kerja sama pembangunan pesawat udara regional R-80 yang dapat mengangkut 80 penumpang, cocok untuk angkutan antar pulau guna meningkatkan sistem konektivitas serta menurunkan biaya logistik secara nasional.
"R-80 sedang dirancang bangun oleh industri penerbangan domestik, Regional Aviation Industri (RAI). Finmeccanica juga tengah menjajagi kerja sama dengan konsorsium masional pembuat Satelit Pemantauan Maritim, INASAT yang dipimpin Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan)," sebut Indroyono di kantornya, Jakarta, Selasa malam (17/3).
Sebagai industri teknologi tinggi Italia, Finmecannica telah bekerja sama dengan Indonesia dalam pembangunan helikopter jenis agusta/westland yang telah digunakan Basarnas, pesawat ATR yang digunakan Lions Air dan Garuda Indonesia, serta meriam kaliber 76/72 mm dan torpedo jenis A-244 untuk TNI AL.
[rus]