Berita

Zulkifli Hasan/net

Ketua MPR Takjub Kuba Bisa Bertahan Diembargo 55 Tahun

SELASA, 17 MARET 2015 | 16:33 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan menerima kunjungan Duta Besar Kuba untuk Indonesia Enna Viant Valdes di ruang kerjanya Komplek Parlemen Senayan, Jakarta (Selasa, 17/3).

Pada kesempatan terebut, Enna menyampaikan bahwa ia akan selesai masa tugas sebagai Duta Besar untuk Indonesia pada bulan Mei tahun ini dan akan digantikan dengan Dubes lain. Kepada Zulkifli, Enna mengucapkan sangat berterima kasih atas kerjasama semua lembaga negara Indonesia termasuk lembaga MPR RI dengan Kedutaan Besar Kuba.

"Saya sudah sangat banyak mempelajari tentang Indonesia dan saya sangat bersyukur bisa bertugas di Indonesia. Saya sangat terbantu, sebab hubungan antara dua negara Indonesia dan Kuba memang sudah sangat baik sejak dulu," ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Enna juga mengungkapkan berbagai hal soal situasi negara Kuba. Dalam keadaan diembargo Kuba demikian sangat kesulitan dan berusaha untuk bertahan. Namun, Indonesia sebagai negara sahabat memberikan banyak dukungan kepada Kuba yang berjuang keras keluar dari himpitan embargo Amerika Serikat.

Hubungan diplomatik dua negara AS dan Kuba membeku pasca revolusi Kuba 1959 mencair pada Rabu 17 Desember 2014, saat Presiden Obama menginstruksikan pembukaan hubungan diplomatik dengan Kuba sekaligus membuka kantor kedutaan AS di Havana. Keputusan mengejutkan ini keluar setelah perundingan panjang selama 18 bulan.

"Saat ini Kuba akan serius melakukan berbagai kerjasama dalam berbagai bidang dengan negara-negara sahabat terutama dengan Indonesia dan saya harap akan terjalin nyata dan menguntungka dua negara," katanya.

Ketua MPR RI Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa hubungan baik antara Indonesia dan Kuba memang sudah terjalin sangat baik sejak jama pemerintahan Presiden Pertama RI Soekarno, dan terus terjalin baik hingga saat ini.

"Hubungan antara Indonesia dan Kuba sudah teruji baik dan tidak ada yang bisa menyanggah hubungan baik antara dua negara ini dan kondisi baik tersebut harus dijaga bahkan ditingkatkan," ujarnya.

Zulkifli juga menungkapkan rasa takjubnya kepada negara Kuba yang diembargo selama hampir 55 tahun dan bisa bertahan. Kekuatan bertahan negara Kuba dari himpitan embargo, menurut Zulkifli disebabkan karena kompaknya dan bersatunya pemerintah dengan rakyatnya dan hal tersebut sudah seharusnya dijadikan contoh baik untuk Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli juga berharap agar hubungan baik antara Indonesia dan Kuba, tidak hanya hubungan antar pemerintah tapi juga perlu diperluas antara parlemen dua negara.

Kepada Enna, Zulkifli menyampaikan undangan agar parlemen Kuba bisa mengunjungi Indonesia. Parlemen Kuba bisa mempelajari Indonesia dari dekat. Parlemen Kuba bisa melihat secara langsung apa arti keberagaman bagi bangsa Indonesia, sebab Indonesia sangat terkenal sebagai negara yang mayoritas beragama Islam, di satu sisi Indonesia juga terkenal dengan keberagamannya yang sangat kaya.

"Implementasi keberagaman dan hidup harmonisnya rakyat Indonesia dalam keberagaman harus dilihat dengan mata kepala sendiri oleh mereka.  Di Indonesia kebanyakan memeluk agama Islam. Jika mereka datang mereka bisa melihat apa itu Islam di Indonesia. Islam di Indonesia tidak mengajarkan bunuh-bunuhan, bunuh diri dan Islam di Indonesia tidak mengajarkan permusuhan permusuhan dengan agama lain. Ini sangat perlu mereka pahami. Begitupun soal teroris, Indonesia sangat menolak aksi terorisme, ini penting agar mereka melihat langsung," tegasnya. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya