Berita

Pertahanan

Fighter Jepang dan AS Ramaikan FOMMI Sabuk Championships

MINGGU, 15 MARET 2015 | 14:20 WIB | LAPORAN:

Federasi Olahraga Mixed Martial Arts Indonesia (FOMMI) mencoba menggairahkan kembali ajang seni beladiri campuran/Mixed Martial Arts di tanah air dengan menggelar FOMMI Sabuk Championships Minggu malam ini (15/3).

FOMMI sendiri baru pertama kali menggelar kejuaraan berskala internasional ini. FOMMI Sabuk Championship akan dilaksanakan di Gelanggang Olahraga Bulungan Jakarta Selatan.

Ketua Umum FOMMI, Nurseto Budi Santoso mengatakan bahwa event tersebut adalah langkah awal FOMMI, yang berdiri 10 November 2014, dalam upaya meningkatkan prestasi atlet MMI tanah air.


Karena itu FOMMI menggandeng promotor Joni Sabuk selain mengundang 14 atlet MMA dari Jakarta,Bekasi,Semarang,Solo dan Surabaya. Puncak kejuaraan, akan digelar laga antara fighter Jepang Katsushi Sugiyama dan fighter Amerika Serikat Luke Adams.

Kedua fighter luar negeri ini akan bertanding ekshibisi di kelas bebas 90 kg ke atas.

"Mereka akan tampil all out dan mempertontonkan tekhnik MMA yang berkualitas sehingga mampu memberikan tontonan dan referensi menarik bagi penggemar MMA tanah air," kata Nurseto

Kejuaraan FOMMI Sabuk Championship ini akan dibuka Pangdam Jaya,Mayor Jenderal Agus Sutomo. Jajaran Kodam pun siap menyajikan atraksi Yoong Moon Do. Saat ini seni bela diri dari Korea tersebut sudah menjadi olahraga wajib bagi jajaran TNI.

"Ini merupakan dukungan positif bagi kami terhadap perkembangan beladiri khususnya MMA di tanah air," ujar Sutomo.

"Karena TNI beladiri adalah bagian dari bela negara, mana mungkin seorang yang mau bela negara tapi tidak memiliki semangat juang seperti yang ada di bela diri.Seorang atlet beladiri memiliki keberanian, sportivitas dan insting berjuang.Karena itu majulah atlet beladiri Indonesia dalam upaya semangat bela negara," tandasnya.

Juara kejurnas ini akan diorbitkan ke World MMA Championship atau yang dikenal dengan UFC. Ini adalah kesempatan emas untuk bisa tampil di MMA kelas dunia. [mel]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya