Berita

megawati soekarnoputri/net

Pendukung Boy Sadikin Lakukan Pemaksaan Terhadap Ketum Megawati

MINGGU, 15 MARET 2015 | 11:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pernyataan Ketua DPC PDIP Jakarta Selatan Panji Virgianto yang mengklaim bahwa lima DPC PDIP se-DKI akan mundur bila Boy Sadikin tidak terpilih sebagai ketua DPD PDIP DKI periode 2015-2020, sangat disayangkan banyak kader partai.

Bendahara DPC Jakarta Barat M. Sakrad menyayangkan statemen Panji yang terlalu emosional, dan ingin keluar dari PDIP jika bukan putra sulung mantan Gubernur Ali Sadikin itu yang jadi.

"Saya sebagai utusan Jakarta Barat menolak dan tidak setuju statment dari Panji. Dan sebagai utusan konferda telah membuat surat pernyataan tertulis, siap mendukung dan mengawal ibu Puti Guntur Soekarno," tegas M. Sakrad di Jakarta, Minggu (14/3).


Dirinya telah ditunjuk DPC Jakbar sebagai utusan untuk musyawarah di konfrensi daerah (Konferda) jika terjadi deadlock antara calon ketua.

"Yang disampaikan oleh bapak Panji adalah bentuk pemaksaan terhadap Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri). Kita sebagai kader partai harus tunduk kepada keputusan Ibu Megawati kalau tidak, sama saja melakukan pembangkangan terhadap partai dan ini bisa membuat partai pecah," tegas Sakrad.

Hal senada, Ketua DPC Jakarta Pusat Pandapotan Sinaga menyesalkan apa yang dilakukan Ketua DPC PDIP Jaksel Panji Virgianto. Pasalnya, pernyataan Panji akan menimbulkan benih-benih perpecahan di internal partai jika dibiarkan.

"Kami membantah statement saudara Panji bahwa kalau Ibu Ketum tidak menunjuk Boy sebagai ketua DPD DKI, maka lima DPC se-DKI akan mengundurkan diri," ungkap  Pandapotan.

Dia menegaskan, DPC PDIP Jakpus bukan termasuk bagian yang dikatakan Panji. "PDIP Jakarta Pusat, dari periode lalu hingga saat ini, selalu konsisten patuh, taat dan tegak lurus pada perintah Megawati apapun keputusannya, termasuk jika memutuskan Puti," tandasnya.

Seperti diketahui, Konferda PDIP DKI Rabu (11/3) lalu terjadi dedlock. Setelah DPP PDIP merekomendasi tiga nama calon ketua DPD PDIP DKI periode 2015-2020, Boy Sadikin, Puti Guntur Soekarno dan Prasetyo Edi Marsudi. Belakangan Prasetyo mengundurkan diri.

Sesuai mekanisme jika terjadi deadlock maka keputusan diserahkan ke DPP. Namun, sebelumnya Boy Sadikin di pemberiataan pernah mengatakan, jika berhadapan dengan Puti maka dirinya akan mundur, dan menyerahkan tampuk kepemimpinan kepada Puti. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya