Berita

dailami firdaus/net

Politik

Budaya Betawi Harus Dibumikan Kembali di Ibukota

SABTU, 14 MARET 2015 | 20:05 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kebudayaan Betawi saat ini perlu perhatian khusus agar tidak tergerus oleh budaya impor yang masuk. Untuk itu eksistensi budaya Betawi di masa depan harus dibawa ke arah yang lebih progresif, karena dengan begitu budaya Betawi dapat menjawab tantangan sekaligus tuntutan zaman yang berkembang.

Demikian kata anggota DPD RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta Dailami Firdaus dalam acara pelantikan pengurus Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) di auditorium Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3).

"Namun begitu, baik roh maupun nilai-nilai luhur yang terkandung di dalamnya, tetap harus dijunjung tinggi serta dipertahankan," ujarnya.


Pada kesempatan ini, Dailami diangkat menjadi Ketua Dewan Penasehat LKB. Dailami merupakan putra Betawi asli yang juga cucu ulama Betawi KH. Abdullah Syafii, yang namanya diabadikan sebagai nama jalan di Jakarta Selatan.

Menurut Dailami, budaya Betawi harus diaktualisasikan lewat peranan LKB, bukan hanya itu kebudayaan betawi harus dibumikan kembali di Ibukota.

"Program kemitraan baik dengan instansi pemerintah (Pemda DKI), swasta maupun elemen lain seperti kampus atau universitas, juga perlu lebih ditingkatkan," papar Dailami.

Dalam pandangannya, budaya Betawi harus bisa menempatkan diri sebagai tuan rumah yang baik di Ibukota negara ini.

"Kalau bisa dimunculkan lewat ornamen gedung, bentuk pergelaran akbar dan rutin serta disosialisasikan ke mancanegara. Supaya turis asing begitu datang ke Indonesia, mengenal lebih dulu apa itu seni dan budaya Betawi," jelasnya.

Dailami juga berharap agar LKB mampu menggali kesenian dan seniman-seniwati budaya Betawi di akar rumput.

"Proses regenerasi harus menjadi prioritas. Sebab, tanpa ada pelaku atau seniman-seniwatinya, budaya Betawi bagai macan ompong," pungkasnya. [ian]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya