Berita

anas urbaningrum/rmol

Politik

Anas Yakin Mendagri Berguyon soal Angka Rp 1 Triliun

JUMAT, 13 MARET 2015 | 01:21 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anas Urbaningrum mengatakan, wacana Mendagri Tjahjo Kumolo terkait Rp 1 triliun alokasi APBN kepada setiap partai pertahun, adalah angka yang super jumbo.

Mantan ketua umum Partai Demokrat ini menjelaskan, bantuan negara (APBN dan APBD) kepada parpol sejatinya bukan hal baru. Itu sudah diatur sejak UU No 2/1999. Disebutkan bahwa sumber dana partai ada tiga; iuran anggota, sumbangan masyarakat dan bantuan dari APBN-APBD.

Anas yang saat ini menjalani masa tahanan di rutan KPK mengungkapkan, negara demokrasi mengakui partai-partai sebagai salah satu pilar terpenting. Tanpa partai tidak ada demokrasi modern. Karena itu negara ikut bertanggungjawab terhadap kehidupan partai, agar bisa bekerja dengan baik. Negara bahkan memerlukan partai sanggup menjalankan peran dan fungsinya berdasarkan prinsip demokrasi. Partai-partai yang sehat, cakap bekerja dan fungsional adalah turbin penggerak kemajuan demokrasi.


"Karena itulah negara demokrasi membutuhkan hadirnya partai-partai yang sanggup menjadi energi demokrasi. Sudah sepatutnya negara ikut mengeluarkan biaya agar partai-partai sanggup menggerakkan kegiatan-kegiatannya," kata Anas lewat aku twitternya @anasurbaningrum (Kamis, 12/3). Ciutan ini disalin dari tulisan tangan Anas yang dititipkan lewat kuasa hukumnya.

Ia menerangkan, bantuan anggaran negara kepada partai-partai adalah investasi negara di bidang politik untuk menyehatkan demokrasi. Ini sama pentingnya dengan investasi negara di bidang ekonomi, kebudayaan dan sektor-sektor lainnya. Dalam negara demokrasi, partai-partai adalah salah satu 'anak kandung' negara, tidak ada anak yang dibiarkan.

Tinggal, sambung Anas, bagaimana mengukur bantuan anggaran negara itu dari sisi besaran, peruntukan dan pertanggungjawaban. Besarannya harus pas dan pantas disesuaikan dengan kemampuan anggaran negara. Peruntukannya harus tepat agar benar-benar dimanfaatkan untuk menyehatkan dan menguatkan partai. Dan pertanggungjawabannya harus jelas. Harus diaudit layaknya anggaran negara yang diperuntukkan bagi semua lembaga.

"Jumlah yang tepat berapa? Ya harus dihitung dengan pertimbangan kemampuan negara dan kebutuhan partai. Tidak perlu Rp 1 triliun pertahun untuk setiap partai. Pasti angka itu hanya guyonan Mendagri agar jadi bahan diskusi menarik," tukas Anas. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya