Berita

Aprillia RS-GP

Olahraga

Aprilia Belum Pantas Ngaspal

MotoGP
KAMIS, 12 MARET 2015 | 09:19 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tim Aprilia kebingungan lan­taran motor baru yang diluncur­kan seminggu lalu belum layak ngaspal dan tidak memberi kenyamanan para ridernya.

Manajer tim, Romano Al­besiano bilang, motor RS-GP yang ditunggangi dua pem­balapnya, Marco Melandri dan Alvaro Bautista, belum pantas berada di atas lintasan balap.

"Motor kami belum sepenuhnya selesai diperbaiki," kata Albesiano, seperti dikutip Crash, kemarin.


Pernyataan itu muncul setelah dia menerima laporan dari para pembalap. Padahal, kata dia, musim baru hanya tinggal menghitung hari.

"Marco Melandri sebetulnya sangat senang dengan mo­tor baru, hanya saja ada be­berapa perbaikan yang perlu dilakukan untuk membuatnya benar-benar nyaman. Misalnya pada bagian kontrol traksi," ujarnya.

Tidak hanya yang dirasakan Melandri, Albesiano juga mengakui pembalap lain, Bautista, juga mengungkapkan ketidaknyamanannya menung­gang Aprilia RS-GP.

"Saat ini motor masih bergetar ketika berlari. Kami sedang berusaha mencari solusi mere­dam getaran tersebut," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Aprillia telah memperkenalkan mo­tor prototype terbaru mereka yakni Aprillia RS-GP dengan tampilan livery baru yang lebih agresif.

Melihat kuda besi anyar Aprilia, bisa disimpulkan tim asal Italia tidak menggandeng sponsor utama. Pasalnya, tidak ada logo besar sponsor pada bagian fairing dan bodi.

Melandri, mantan runner-up MotoGP 2005, akan mulai grand prix pertamanya sejak pindah ke ajang Superbike di empat musim terakhir, Melan­dri akan memperkuat Aprilia di Sirkuit Losail sirkuit Qatar pada 29 Maret. Sekadar in­formasi, balapan musim ini akan menjadi balapan pertama Aprilia sebagai entri pabrik sejak 2004. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya