. Sekretaris Cabang PDI Perjuangan Jakarta Timur Chairul Ichsan sangat menyayangkan terjadinya dedlock dalam pemilihan ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PDIP DKI Jakarta untuk periode 2015-2020.
Dalam Konfrensi Daerah (Konferda) PDIP DKI yang digelar di Hotel NAM, Jalan Angkasa, kemayoran, Jakarta Pusat (Rabu, 11/3), Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP merekomendasi tiga calon ketua DPD PDIP DKI, yakni Boy Sadikin, Puti Guntur Soekarnoputri dan Prasetyo Edi Marsudi.
Chairul mengatakan, keluarnya nama Puti dalam rekomendasi DPP disambut meriah oleh kader-kader partai yang menyaksikan acara konferda itu.
"Sambutan yel-yel meneriakan nama cucu Presiden Soekarno itu cukup bergema, dan ini merupakan bentuk dukungan terhadap Puti untuk dapat menduduki ketua DPD," sebutnya dalam ketengannya.
Menurut Chairul, sesuai SK 066 dan 067, ketiga calon tersebut diamanatkan untuk bermusyawarah menentukan ketua DPD PDIP DKI.
Dalam musyawarah mufakat, terang Chairul, Prasetyo mengundurkan diri dan memberikan dukungan pada Boy Sadikin. Sebelumnya, Boy yang juga Ketua DPD DKI demisioner ini awalnya menyatakan siap mengundurkan diri dari pencalonan jika Puti maju sebagai ketua DPD DKI Jakarta.
"Sikap Boy patut diapresiasi, sebagai bentuk komitmen pada regenerasi di tubuh partai," tukasnya.
Menurutnya, putra mantan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin itu sudah selayaknya mendapatkan tanggung jawab yang lebih tinggi, yaitu masuk dalam jajaran pengurus DPP.
"Pilihan kepada Puti adalah harapan baru lahirnya kepemimpinan yang menggairahkan dalam kerja politik di tubuh partai," terang Chairul.
Namun, tambah dia, sangat disayangkan terjadinya deadlock hingga DPP PDIP mengambil alih untuk memilih ketua DPD PDIP DKI periode 2015-2020 itu.
Dalam Konferda PDIP DKI itu dibuka oleh Plt Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Wakil Sekretaris Jenderal DPP PDIP Mangara Siahaan, Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning, dan tokoh sepuh PDIP Audi Tambunan, Nakoem, dan Adang Ruchiatna.
[rus]