Berita

ahok/net

Survei LSI: Mayoritas Publik Masih Percaya Ahok

SELASA, 10 MARET 2015 | 14:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Pasca konflik KPK dan Polri, salah satu isu yang menarik perhatian publik adalah konflik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok vs DPRD DKI. Ahok dinilai melakukan tindakan inkonstitusional karena mengajukan versi APBD yang tidak ditandatagani oleh DPRD DKI ke Mendagri.

DPRD kemudian sepakat menggunakan hak angket untuk kasus ini. Ahok melawan dan berargumen bahwa dirinya melangkahi DPRD DKI karena khawatir "dikadali" lagi oleh DPRD.

Sementara menurut hasil penelitian Lingkaran Survei Indonesia Denny JA (LSI Denny JA) menyebutkan bahwa mayoritas publik menyatakan lebih percaya dengan sikap dan komitmen Ahok dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dibanding dengan kepercayaan mereka terhadap DPRD Jakarta.


"Sebesar 60,77 persen publik menyatakan percaya dengan komitmen Ahok untuk pemerintahan yang bersih. Dan hanya sebesar 22,65 persen yang percaya dengan komitmen DPRD Jakarta untuk pemerintahan yang bersih," jelas peneliti LSI Denny JA, Ade Mulyana saat konferensi pers di Rawamangun, Jakarta (Selasa, 10/3).

Sementara terkait pengajuan hak angket yang diajukan DPRD Jakarta, publik merasa pesimis dan menilai bahwa hak angket DPRD tersebut tidak diperlukan.

"Sebesar 51,25 persen publik menyatakan bahwa hak angket (hak penyidikan) yang bias berujung pada pemakzulan tersebut tidak diperlukan terhadap Ahok. Hanya 35,30 persen publik yang menyatakan mereka cenderung mendukung penggunaan hak angket terhadap Ahok," lanjut Ade.

Survei ini dilakukan pada tanggal 3 hingga 4 Maret 2015 di 33 Provinsi di Indonesia. Survei menggunakan multistage random sampling dalam menarik sample sebanyak 1200 responden. Dengan estimasi margin of error sebesar 2.9 persen. Selain survei, LSI Denny JA juga melengkapi data dan analisis melalui iriset kualitatif yaitu dengan metode in depth interview. [ysa]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya