Berita

Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen

Olahraga

Kimi & Vettel Kombinasi Yahud Ferrari

Formula 1
SELASA, 10 MARET 2015 | 09:30 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tim Scuderia Ferrari akan mengarungi musim 2015 dengan mengandalkan Sebastian Vettel dan Kimi Raikkonen. Keduanya diyakini mampu membawa Prancing Horse bangkit dari hasil buruk musim lalu.

Tak ada satu kemenangan pun yang mampu diraih Ferrari dari 19 seri pada musim lalu. Di klasemen konstruktor, tim yang saat itu digawangi oleh Raikkonen dan Fernando Alonso pun kalah bersaing dengan Mer­cedes, Red Bull, dan bahkan Williams.

Musim ini Ferrari tentu meng­harapkan hasil yang lebih baik. Target itu akan dipikul oleh Rai­kkonen yang kini berpasangan dengan Vettel yang sebelumnya berkiprah dengan Red Bull. "Mereka adalah dua pebalap berbeda," kata Prinsipal Tim Ferrari Maurizio Arrivabene seperti dilansir Autosport.


Kimi jenis orang yang tak suka bicara mengenai hal-hal bodoh; ia suka bicara serius. Jadi dalam dua menit ia bisa saja tiba-tiba berhenti bicara dan menyu­ruh Anda pergi, atau setelah dua jam ia malah memeluk Anda! Orang-orang bilang itu aneh. (Tapi) Para pebalap memang begitu. Namun, ia orang yang baik dan juga pebalap bagus.

Seb berbedaâ€"dia itu profe­sional super. Ia mengingatkan saya kepada seorang Jerman lain...(Michael Schumacher). Ia juga orang yang lucu. Ia orang yang membumi; amat sederhana tapi saya tak terkejut ia sudah meraih empat gelar juara dunia. Saya terkesan dengan konsen­trasinya dan caranya mengurusi detil pada mobil. Ia membuat catatan-catatan dan bicara men­genai hal tersebut dalam brief­ing. Itu bagus.

"Setelah Michael, baru ada Kimi lagi yang menjadi juara dunia bersama Ferrari. Kami pu­nya kombinasi sempurna. Kami memiliki dua pebalap berbeda tapi keduanya sama-sama penuh komitmen," tegasnya. ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya