Berita

joko widodo/net

Politik

Widodo Edisektianto: Jokowi Effect Hanya Perkuat Dolar AS

SELASA, 10 MARET 2015 | 05:26 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pekan lalu nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sempat menembus angka Rp 13.000. Senin kemarin (9/3) juga berlanjut hingga tembus Rp 13.100 perdolar AS.

Ketua Lembaga Penelitian dan Kajian Ekonomi dan BUMN, Widodo Edisektianto, mengatakan, ini merupakan titik terlemah rupiah sejak 17 tahun terakhir, atau sejak era krisis ekonomi 1998.

Ia pun mengaku heran, Presiden Jokowi dan para menterinya mengatakan, pelemahan rupiah ini disebabkan oleh faktor eksternal. Terutama karena  perekonomian AS mulai menguat, setelah dilanda krisis hebat pada 2008 lalu. Kondisi ini membuat dolar AS yang menyebar di negara-negara berkembang 'pulang kampung', sehingga tak hanya rupiah, tapi banyak mata uang di dunia yang juga melemah.


Sepertinya, kata Widodo, pernyataan Jokowi dan menterinya benar-benar tidak mengetahui apa sebenarnya yang membuat nilai tukar rupiah makin melemah ,bahwa nilai tukar rupiah adalah yang paling hancur. Dibandingkan negara-negara ASEAN,  nilai tukar rupiah melemah hingga 10 persen lebih pasca Pilpres 9 Juli 2014.

"Terbukti terpilihnya Jokowi sebagai presiden tidak memberikan effect terhadap masuknya arus modal ke Indonesia, malah cenderung terjadinya capital flight besar-besaran," ujar dia dalam keterangannya, Selasa (10/3).

Hal ini mengartikan pelaku pasar saat ini sudah mulai rasional, dan sepertinya euforia terpilihnya Jokowi sebagai presiden, atau sering disebut 'Jokowi Effect', sudah memudar dan tidak memberikan kesan kondusif, dan tidak jelas program ekonomi Jokowi bagi pelaku pasar sehingga terus meyebabkan rupiah terperosok.

Selain itu, lanjut Widodo, tim ekonomi Jokowi tidak punya platform yang terkait fundamental ekonomi Indonesia, misalnya defisit transaksi berjalan yang berada di kisaran 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), dan yang ada hanya deficit neraca berjalan ditutup dengan hutang luar negeri serta kenaikan pendapatan sektor pajak sehingga arus modal masuk itu tidak berkelanjutan.

Menurutnya, jika tidak ada strategi yang jelas terkait perbaikan fundamental ekonomi, diperkirakan rupiah akan terus melemah lagi hingga akhir tahun di posisi Rp 14.550 perdolar AS.

"Jokowi Effect justru telah meningkatnya beban anggaran negara diakibatkan melemahnya nilai kurs rupiah hingga Rp 1.000, dan negara akan mengalami defisit anggaran sebesar Rp 9 hingga Rp 12 triliun," imbuh Wakil Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu ini.

Selain itu juga, tambah Widodo, akibat pelemahan kurs rupiah selama Jokowi memerintah akan berakibat pada meningkatnya biaya bunga hutang luar negeri pemerintah dan korporasi. Dan jika hutang vallas tidak melakukan hedging maka pemerintah dan korporasi sudah harus bersiap gulung tikar. [rus]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

UPDATE

Komisi III DPR Sambut KUHP dan KUHAP Baru dengan Sukacita

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:12

Bea Keluar Batu Bara Langkah Korektif Agar Negara Tak Terus Tekor

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:08

Prabowo Dua Kali Absen Pembukaan Bursa, Ini Kata Purbaya

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:07

Polri Susun Format Penyidikan Sesuai KUHP dan KUHAP Baru

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:06

Koalisi Permanen Mustahil Terbentuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 14:01

Polri-Kejagung Jalankan KUHP dan KUHAP Baru Sejak Pukul 00.01 WIB

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:58

Tutup Akhir Tahun 2025 DPRD Kota Bogor Tetapkan Dua Perda

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:46

Presiden Prabowo Harus Segera Ganti Menteri yang Tak Maksimal

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:42

Bitcoin Bangkit ke Level 88.600 Dolar AS

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Berjualan di Atas Lumpur

Jumat, 02 Januari 2026 | 13:41

Selengkapnya