Berita

martin manurung/net

Politik

Inilah Alasan Nasdem Haramkan Mahar Politik di Pilkada

MINGGU, 08 MARET 2015 | 14:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Partai Nasdem mengharamkan 'mahar politik' atau 'uang sampah' dalam seleksi calon kepala daerah. Seperti diketahui, pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2015 akan diikuti sebanyak 271 daerah (kabupaten/kota dan provinsi).

Ketua DPP Partai Nasdem Martin Manurung mengatakan, adapun alasan partainya melarang 'mahar politik' karena korupsi sudah menggurita di negara ini. Perang melawan korupsi pun harus dilakukan bersama-sama.

Menurutnya, tidak mungkin korupsi bisa diperangi oleh satu institusi, sesuper apapun lembaga tersebut, hal itu tidak akan bisa. Contohnya, sebanyak apapun koruptor ditangkap, korupsi tetap menggurita.


"Karena itu, pemberantasan saja tidak cukup. Penangkapan memang sensasional, tetapi terbukti tidak bisa menyapu bersih koruptor," ujar Martin

Ketua Umum DPP Garda Pemuda Nasdem ini menerangkan, korupsi tumbuh subur bukan hanya di pusat, bahkan lebih gawat di daerah. Korupsi di daerah lebih sulit diawasi, apalagi oleh lembaga yang hanya ada di pusat.

"Karena itu, Nasdem melakukan terobosan untuk memerangi korupsi dengan menangkalnya di awal: yaitu ketika pemilihan kepala daerah," terang Martin lewat akun twitter @martinmanurung.

Ia melanjutkan praktik Pilkada yang sarat dengan uang yang fantastis adalah awal dari korupsi. "Bayangkan, untuk memenangi Pilkada di sebuah kabupaten kecil di Sumut yang miliki DPT 90-ribuan saja, seorang calon kepala daerah harus siapkan sedikitnya Rp. 30 miliar. Dengan biaya Rp. 30 M itu, bagaimana sang kepala daerah mengembalikan uangnya? Padahal APBD kabupaten itu pun hanya sekitar Rp 600 M. Sedih sekali!" beber Martin.

Ia menyadari, memerangi money politics tidak bisa hanya dilakukan oleh Partai Nasdem. Tapi paling tidak, Nasdem ingin perangi itu dari tubuhnya sendiri dengan 'haramkan mahar'. Mahar adalah praktik yang jamak dalam pilkada. Seorang calon 'membeli' kursi pencalonan dari Parpol, jumlahnya bisa capai miliaran rupiah.

"Dengan haramkan mahar dalam seleksi calon kepala daerah, Nasdem deklarasikan bahwa partai perangi money politics dari dalam dirinya. Mari perangi korupsi di pangkalnya! Sebab, 1000 penangkapan pun tidak akan cukup untuk sapu bersih koruptor," demikian Martin. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya