Berita

Olahraga

Noor Aman: BOPI Apresiasi Ketegasan Polda Bali dan Jateng

MINGGU, 08 MARET 2015 | 07:41 WIB | LAPORAN:

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) menyampaikan penghargaan yang tinggi kepada jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Bali dan Jawa Tengah (Jateng). Kedua Polda tersebut konsisten menegakkan aturan perlunya rekomendasi BOPI untuk mendapatkan izin keramaian kegiatan olahraga profesional.

Ketegasan Polda Bali sudah ditunjukkan sejak Bali United berencana menggelar laga persahabatan lawan Persib Bandung, awal pekan lalu. Sikap konsisten mereka tunjukkan untuk pelaksanaan turnamen Bali Island Cup, pertengahan bulan ini yang diikuti Bali United, Arema, Persiram, dan PBR.

Demikian pula halnya dengan Polda Jateng yang mensyaratkan rekomendasi BOPI saat Persip Pekalongan menjamu Persebaya, 6 Maret lalu. Selanjutnya rekomendasi BOPI juga dipersyaratkan jajaran Polda Jateng untuk duel PSIS-Bali United di Stadion Jatidiri Semarang, hari ini (Minggu, 8/3), serta laga PSCS Cilacap versus Persebaya pada hari yang sama.


"Kami mengapresiasi sikap jajaran Kepolisian di Bali dan Jateng tersebut," kata Ketua BOPI Mayjen (Pur.) Noor Aman.

"Artinya, mereka sudah memiliki pemahaman yang sama dengan kami tentang pentingnya pengawasan dan pengendalian kegiatan olahraga profesional sesuai amanat UU Sistem Keolahragaan Nasional."

Namun demikian, Noor Aman menyayangkan masih adanya sejumlah pertandingan lain yang melibatkan tim olahraga profesional tanpa rekomendasi BOPI. Antara lain, pertandingan sepak bola dan bola voli profesional di beberapa kota di Jakarta dan Jawa Timur.

"Padahal sudah ada surat dari Menpora ke Mabes Polri. Makanya, kami menyayangkan masih adanya sejumlah pihak kepolisian di daerah yang tidak mengindahkan keharusan adanya rekomendasi BOPI untuk menerbitkan izin keramaian," katanya lagi.

Ditambahkan, pengawasan dan pengendalian oleh BOPI dimaksudkan agar pertandingan dilaksanakan dengan benar. Misalnya, BOPI akan memeriksa apakah pemain asing yang terlibat benar-benar memiliki izin tinggal atau visa. "Jangan sampai pemain asing yang sudah berbulan-bulan overstay dibiarkan berkeliaran, bahkan terlibat kegiatan olahraga profesional, di republik ini," Noor Aman mengingatkan.[wid]

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Kecelakaan Moge di Kulon Progo, Istri Bos Rokok HS Meninggal

Senin, 02 Maret 2026 | 18:54

UPDATE

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Keterbukaan Informasi Bagian Penting Pelayanan Publik

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:03

Wajah Buruk AS Tak Bisa Lagi Dipoles sebagai Polisi Dunia

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:02

Bupati Rejang Lebong M Fikri Thobari Dibawa ke Jakarta Usai OTT Pagi Ini

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:55

Seret ke Pengadilan Pelaku Pengeboman Ratusan Anak Perempuan di Iran

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:39

Bupati Rejang Lebong M Fikri Thobari Kena OTT KPK

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:36

Secara Ekonomi AS Babak Belur Gegara Serang Iran

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:28

Iran Tak akan Negosiasi dengan AS-Israel Lewat Diplomasi

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:24

Fokus Merawat Stabilitas di Tengah Gejolak Harga Minyak Dunia

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:18

APBN di Tepi Jurang, Kinerja Purbaya Mulai Dipertanyakan

Selasa, 10 Maret 2026 | 04:42

Selengkapnya