Berita

joko widodo/net

Gelombang Kedua Eksekusi Mati Masih di Kantong Jokowi

MINGGU, 08 MARET 2015 | 07:38 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden Jokowi membantah sengaja menunda-nunda pelaksanaan eksekusi mati bandar narkoba tahap dua.

"Enggak ada penundaan, siapa yang menunda?" sebut dia saat menghadiri acara panen jagung di Desa Ngilron, Blora, Jawa Tengah (Sabtu, 7/3).

Namun, Presiden masih enggan membeberkan kapan hukuman mati tersebut akan dilaksanakan.


"Waktunya itu memang tidak disampaikan kapan. Masa disampaikan kapan, ya enggak bisa. Tapi waktunya sudah ada," ungkapnya.

Presiden menambahkan, Indonesia tetap menginginkan terjalinnya persahabatan yang baik dengan negara mana pun, dia tidak ingin adanya konflik, termasuk terkait dengan eksekusi mati bandar narkoba yang digalakkannya.

"Kita ini ingin bersahabat dengan negara mana pun, juga dengan negara tetangga kita. Tapi, untuk masalah yang berkaitan dengan hukum kita, itu kedaulatan hukum kita, tidak bisa ditawar," tandasnya.

Kejaksaan Agung beberapa waktu lalu merilis 10 nama terpidana mati kasus narkoba dan pembunuhan berencana yang akan dieksekusi dalam waktu dekat, mereka yaitu dua anggota kelompok "Bali Nine" Andrew Chan dan Myuran Sukumaran (warga negara Australia), Raheem Agbaje Salami (WN Nigeria), Zainal Abidin (WN Indonesia), Serge Areski Atlaoui (WN Prancis), Rodrigo Gularte (WN Brasil), Silvester Obiekwe Nwaolise alias Mustofa (WN Nigeria), Martin Anderson alias Belo (WN Ghana), Okwudili Oyatanze (WN Nigeria), dan Mary Jane Fiesta Veloso (WN Filipina). [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya