Berita

jk/net

Politik

Di Jogja, JK Didemo Aktivis Antikorupsi

MINGGU, 08 MARET 2015 | 03:03 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ke kampus UMY pada Sabtu (7/3), dimanfaatkan sejumlah pegiat antikorupsi untuk menggelar demonstrasi. Aksi diam yang dilakukan aktivis yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi Yogyakarta itu sempat membuat anggota kepolisian kelabakan.

Itu terjadi ketika massa yang membawa spanduk bertuliskan 'Rezim Jokowi-JK Gagal Berantas Korupsi, Ancaman Demokrasi' sempat dilihat oleh JK ketika akan meninggalkan UMY. Padahal, polisi sudah berusaha menutupi spanduk tersebut dengan tiga unit mobil truk milik Polres Bantul.

"Kami ingin menyuarakan aspirasi dan kami ingin Wapres melihat isi spanduk ini," kata peserta aksi Tri Wahyu KH.


Dalam aksinya, massa menuntut Presiden Jokowi segera menghentikan kriminalisasi terhadap pimpinan, pegawai, dan pendukung KPK. Massa juga mendesak Jokowi memerintahkan Kapolri untuk mencopot Kabareskrim Komjen Budi Waseso yang dinilai brutal dalam menjalankan tugasnya sebagai anggota kepolisian.

Sebagai bukti, banyak penyidik KPK yang mulai dibidik, selain dua pimpinan KPK yaitu Abraham Samad dan Bambang Widjojanto ditetapkan sebagai tersangka. Termasuk dua pendukung KPK yaitu Yunus Husein dan Denny Indrayana. Massa juga mendesak agar tidak ada kriminalisasi terhadap para jurnalis, aktivis, dan masyarakat yang sering menyuarakan antikorupsi.

"Segera copot dua plt pimpinan KPK yaitu Taufiqurrahman Ruki dan Indriyanto Seno Ajo yang paling bertanggung jawab atas pelemahan KPK. Pelemahan itu dimulai dengan melimpahkan kasus Budi Gunawan ke kejaksaan," tandas Tri Wahyu seperti dikutip JPNN. [ian]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya