Berita

teguh santosa

Hukum

HUKUMAN MATI

Teguh: Sikap Australia Membela Warga Negaranya Patut Diapresiasi

KAMIS, 05 MARET 2015 | 22:04 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Tidak ada seorang manusia pun yang punya hak mencabut nyawa manusia lain, termasuk nyawa penjahat kasus narkotika dan obat-obatan terlarang. Walaupun tindakan mengakhiri hidup orang lain itu dilakukan atas nama hukum.

Begitu dikatakan mantan pengurus Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Teguh Santosa, beberapa saat lalu (Kamis malam, 5/3).

Menurut Teguh dari sudut pandang yang lain, pelaku kriminalitas adalah korban dari sistem yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Ketidakmampuan negara menegakkan hukum serta kealpaan masyarakat menjalankan norma dan membangun adab juga menjadi penyebab dari tindakan kriminalitas jenis apapun.


Dosen UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, ini mengatakan, pemerintahan Presiden Joko Widodo perlu belajar dari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sangat berhati-hati melaksanakan hukuman mati untuk warganegara lain. Pemerintahan SBY menyadari bahwa banyak warganegara Indonesia yang terancam hukuman mati di luar negeri.

Teguh juga mengapresiasi sikap pemerintah Australia yang berusaha keras membatalkan hukuman mati bagi dua warganya yang terlibat dalam sindikat Bali Nine. Termasuk dengan menawarkan pertukaran narapidan.

Sikap pemerintah Australia ini bukan berarti membenarkan kejahatan yang dilakukan warganegaranya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya