Berita

Politik

Pemimpin Islam dan Buddha Tolak Ekstrimisme dan Penyalahgunaan Agama

KAMIS, 05 MARET 2015 | 14:44 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Dalam masing-masing teks kitab sucinya, Buddha dan Islam sama-sama menekankan pentingnya perdamaian yang menyeluruh dan positif, yang merengkuh perdamaian diri, perdamaian antar sesama manusia dan perdamaian dengan alam.

Islam dan Buddha adalah agama yang penuh kasih sayang dan welas asih yang memiliki komitmen pada keadilan bagi seluruh umat manusia. Kedua tradisi dari kedua agama menghormati kesucian kehidupan dan mewarisi martabat dan kehormatan manusia, sebagai pondasi seluruh hak-hak asasi manusia tanpa pembedaan suku, warna kulit, bahasa atau agama.

Demikian terangkum dalam siaran pers hasil pertemuan tingkat tinggi Islam dan Buddha yang baru selesai diselenggarakan di Yogyakarta, kemarin.


Pemimpin Umat Muslim dan Buddha yang hadir adalah Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekaligus Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof.Dr. Din Syamsuddin; Ketua MUI yang juga Ketua PB Nahdlatul Ulama Drs. Slamet Effendy; Plt Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Ir. Arief Harsono, Sekretaris Jenderal Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Prof. Dr.Philip K. Widjaja dan Chairman InternationalNetworkofEngaged Buddhists (INEB) Harsha Kumara Navaratne.

"Kami menolak penyalahgunaan agama untuk mendorong diskriminasi dan kekerasan. Buddha dan Islam telah disalahgunakan oleh beberapa pihak untuk tujuan politik mereka dengan memancing prejudis dan stereotip dan memantik diskriminasi serta kekerasan," kata mereka dalam pernyataan bersama.

"Dengan tegas kami menolak penyalahgunaan tersebut dan menyerukan untuk melawan interpretasi dan aksi keagamaan yang ekstrim dengan narasi perdamaian otentik kami," tambah mereka.

Para pemimpin Buddha dan Islam pun memahami perlunya memperkuat peran pemerintah untuk menolak diskriminasi dan kekerasan atas nama agama.

Berdasarkan instrumen hukum yang telah diterima secara universal seperti Artikel 20 dari International Covenant on Civil and Political Rights dan United Nations Human Rights Council Resolution 16/18, mereka menyerukan kepada seluruh negara untuk memenuhi tanggung jawab dalam melindungi segenap warga negaranya dari kebencian berdasarkan agama dan suku, dan dorongan untuk diskriminasi dan kekerasan atas nama agama.

Para pemimpin agama juga menekankan nilai-nilai mendasar yang terdapat dalam teks-teks kitab suci kedua agama yaitu keragaman agama dan hidup berdampingan dengan damai, kasih sayang dan welas asih yang universal, keadilan universal, hidup harmoni dengan lingkungan, martabat dan kehormatan kemanusiaan dan anti-kekerasan. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya