Berita

Pangi Syarwi Chaniago/net

Politik

Pengamat Politik: Wajar JK Cemburu ke Luhut

KAMIS, 05 MARET 2015 | 10:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Banyak kalangan masih bertanya-tanya kenapa Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan wewenang besar kepada Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan.

Seperti diketahui, berdasarkan Perpres Nomor 26/2015 yang diteken Presiden Jokowi pada 23 Februari lalu, ada lima tugas besar Luhut yang intinya diperbolehkan melakukan koordinasi lintas kementerian untuk memastikan program prioritas sesuai visi misi Presiden. Tugas Luhut ini dinilai hampir mirip dengan Wapres Jusuf Kalla dalam melakukan pengawasan ke Kementerian.

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, melihat perpers tersebut, muncul pertanyaan mengapa Jokowi memberikan kewenangan yang keren dan hebat ke Lujut, sehingga memantik api cemburu JK. (Baca: JK Kurang Sreg Jokowi Tambah Wewenang Luhut Panjaitan)


"Saya rasa wajar JK cemburu kalau ladangnya dicaplok dan kewenangan diganggu oleh Luhut," sebut Ipang sapaan akrabnya, saat dihubungi redaksi, Kamis (5/3).

Ipang tidak tahu persis apakah ini deal politik atau politik debt collector antara Jokowi dengan Luhut (Luhut menagih hutang).

"Ini yang saya kira membuat sistem politik kita tak jelas. Wibawa Presiden longsor akibat banyak berhutang. Kalau Presiden banyak hutang, begitu jadi, yang dipikirkan bukan rakyat tapi sibuk dengan politik balas budi," beber peneliti politik IndoStrategi ini.

Terakhir, Ipang pun mempertanyakan, profesionalitas Luhut sebagai Kepala Staf Kepresidenan. "Apakah Luhut bisa profesional mengevaluasi kementerian?" tandasnya. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya