Berita

Fajar Riza Ul Haq

Membiarkan Ahok Berjuang Sendiri Berarti Membiarkan Kanker Korupsi Kian Mengganas

KAMIS, 05 MARET 2015 | 00:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Keberanian Gubernur DKI Jakarta, Basuki T. Purnama pasang badan menghadapi DPRD DKI demi transparansi anggaran patut didukung.

"Membiarkan Ahok berjuang sendiri sama dengan membiarkan kanker korupsi kian mengganas," tegas Direktur Eksekutif Maarif Institute, Fajar Riza Ul Haq, (Rabu, 4/3).

Alasannya, kisruh "anggaran siluman" sebesar Rp12,1 triliun dalam APBD DKI 2015 yang diungkap Ahok tersebut merupakan pintu masuk membongkar praktek-prakter kotor anggaran yang selama ini berlangsung. "Ini kan sumber pemiskinan struktural, muaranya ketimpangan ekonomi," ungkapnya.


Karena itu, manuver politik DPRD yang menggalang Hak Angket mencerminkan ketidaksiapan anggota dewan menghadapi tuntutan transparansi. Intervensi politik berlebihan akan melumpuhkan upaya penegakan tata kelola anggaran. "Ini pastinya tidak sehat karena politik jadi panglima," cetusnya.

Makanya, Kementerian Dalam Negeri harus bersikap jernih dan tegas melawan manuver-manuver politik yang alergi terhadap pemberantasan mafia anggaran.

"Kasus DKI ini akan menjadi preseden penting bagi para kepala daerah lainnya. Para pejuang anti korupsi wajib berdiri di belakang pemberantasan mafia anggaran, bukan sekedar cerita membela Ahok," tandas intelektual muda Muhammadiyah ini. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya