Berita

neta s pane/net

Neta: Jokowi Harus Bertanggung Jawab Membangun Soliditas Polri

SELASA, 03 MARET 2015 | 11:39 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, Polri memasuki masa dramatis. Pasalnya, inilah pertama kalinya dalam sejarah, Polri melakukan rapat pimpinan (Rapim) tanpa Kapolri sebagai pimpinan kepolisian.

Hari ini Presiden Joko Widodo membukan Rapim Polri di Gedung PTIK, Jalan Tirtayasa Raya, Jakarta Selatan, Selasa (3/3). Rapim Polri digelar Selasa 3 Maret hingga 5 Maret 2015.

Rapim Polri berlangsung setahun sekali dan umumnya dilakukan di awal tahun, untuk melakukan evaluasi dan proyeksi kerja Polri ke depan. Neta menilai, akibat cakar cakarannya elit Polri, rapim tahun ini berlangsung tragis, ironis dan dramatis. Sebab rapim berlangsung tanpa ada Kepala Polri, padahal inilah rapim pertama Polri di era pemerintahan baru Presiden Jokowi.


Artinya, lanjut Neta, rapim ini sangat strategis untuk membuat dan menjabarkan konsep kerja profesional Polri dalam mendukung konsep Revolusi Mental Presiden Jokowi. Tanpa adanya Kepala Polri tentu konsep kerja Polri untuk mendukung Revolusi Mental Jokowi patut menjadi pertanyaan.

"Bagaimana Polri bisa menerapkan konsep Revolusi Mental Jokowi jika di internal Polri sendiri masih curat marut," ungkap Neta dalam keterangannya, Selasa (3/3).

Neta menambahkan, ada empat poin yang harus dibahas dan dituntaskan dalam
Rapim Polri tanpa Kepala Polri ini. Pertama, penuntasan kasus adanya pengkhianat di tubuh Polri. Kedua, dievaluasinya aksi cakar cakaran elit Polri dalam perebutan posisi Kapolri pasca Jenderal Sutarman. Ketiga, Rapim Polri perlu menyiapkan berbagai kemungkinan dalam uji kepatutan dan uji kelayakan calon Kapolri Komjen Badrodin Haiti di DPR. Keempat, membangun soliditasi Polri pasca konflik Polri-KPK.

Hal itu, sambung dia, tidak mudah, mengingat polarisasi dan konflik antar elit Polri sempat begitu tajam, bahkan ditarik ke luar Polri oleh segelintir oknum.

"Curat marut di tubuh Polri juga tidak terlepas dari sikap Presiden Jokowi tidak jelas dan tidak konsisten. Untuk itu Jokowi harus bertanggung jawab untuk membangun soliditas di Polri dalam Rapim Polri yang dibukanya Selasa ini," tandas Neta. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya