Berita

muhammad sukron/net

KONGRES PAN

Zulhas Harus Tempatkan Kader Murni Muhammadiyah Jadi Sekjen PAN

SENIN, 02 MARET 2015 | 10:36 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Kemenangan Zulkifli Hasan dalam Kongres ke-IV Partai Amanat Nasional (PAN) di Bali tak lepas dari peran kader-kader Muhammadiyah, yang memang aktif di partai yang berlambang matahari ini.

Sejak awal, kader-kader Muhammadiyah mendorong Zulkifli Hasan untuk menjadi ketum umum PAN. Hal ini dilakukan sebab mereka percaya dengan gagasan reunifikasi Zulkifli, yang itu secara implementatif dan praktis sama artinya menarik kembali gerbong Muhammadiyah yang selama ini meminggirkan diri, terpinggirkan atau dipinggirkan di PAN.

"Secara komunikatif, selama ini hubungan Bang Zul dengan Muhammadiyah secara institusi mapun hubungan dengan warga Muhammadiyah secara personal sangat baik," kata aktivis muda Muhammadiyah, Muhammad Sukron, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Senin, 2/3).


Setelah Zulkifli berhasil menduduki kursi ketua umum, maka Sukron menyarankan agara hubungan baik yang selama ini terjalin bisa lebih dilembagakan. Artinya, Zulkifli Hasan bisa memilih kader murni Muhammadiyah untuk duduk di kursi Sekjen.

"Di antara kader murni Muhammadiyah yang bisa menjadi Sekjen itu adalah Bang Nadjamaddin Ramly. Beliau sangat pantas menjadi sekjen PAN dan bisa menjadi katalisator dalam mewujudkan kembali hubungan historis kader Muhammadiyah dengan PAN," tegas Sukron.

Sukron percaya, dengan konsep ta'awwun ala birri, atau saling membantu dalam kebaikan, antara Muhammadiyah dengan PAN maka gerakan dan cita-cita Reformasi untuk Indonesia yang lebih maju bisa segera tercapai. Muhammadiyah sendiri merupakan harakah tajdid atau gerakan pembaharuan, dan PAN lahir dari rahim Reformasi.

"Jadi kita berharap Bang Zul bisa menangkap semangat ini, sehingga target dua digit PAN bisa benar-benar diraih," demikian Sukron. [ysa]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya