Berita

hatta rajasa

Dukungan Mulai Menguat, Hatta Minta Pendukung Tak Garap Basis Lawan

JUMAT, 27 FEBRUARI 2015 | 21:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Umum DPP PAN 2010-2015 Hatta Rajasa dinilai sebagai pemimpin yang unik dan santun. Meski sedang bersaing ketat untuk mendapatkan suara pada Kongres PAN IV di Bali yang akan dibuka secara resmi besok, dia melarang para pendukungnya menggarap basis suara kompetitor.

Demikian disampaikan politisi senior PAN yang juga mantan Wakil Ketua MPR-RI Ahmad Farhan Hamid dalam keterangannya (Jumat, 27/2).

Karena itu tidak heran, sejauh ini untuk Pulau Sumatera, cuma Provinsi Bengkulu dan Lampung yang belum sepenuhnya bisa dikuasai Hatta Rajasa. Karena Lampung merupakan basis tradisional pendukung Zulkifli Hassan, kandidat Ketua Umum PAN. Sedangkan PAN Bengkulu dipimpin adik Ketua MPR-RI tersebut, Helmi Hasa.


Meski begitu, beberapa pemilik suara sah dari Lampung mulai merapat ke Hatta Rajasa. Menurutnya, hal ini tak lepas dari kinerja Hatta Rajasa yang berhasil meningkatkan suara PAN hingga 53% pada Pileg lalu, serta sikapnya yang santun, terus mendulang dukungan dari daerah.

"Silakan kalian mendukung kami. Tapi tak usahlah pakai deklarasi dukungan atau acara-acara yang bisa melukai perasaan kandidat lain. Kita ini saudara,” kata Farhan Hamid, menirukan ucapan Hatta Rajasa kepada para pendukungnya dari Lampung.

Malah dukungan kepada Hatta di Bengkulu juga semakin menguat. Dukungan terhadap Hatta Rajasa di Provinsi Bengkulu, semula hanya ada 8 suara, sekarang meningkat menjadi 10 suara,” kata Abdul Ghani, Ketua DPD PAN Kota Bengkulu.

Dengan kata lain, tambah Ghani, Hatta mendapat dukungan lebih dari 83 prosen dari 12 suara sah di Bengkulu. "Saya melihat, situasi yang sama juga terjadi di derah-daerah lain,” tegas Gani.

Para pendukung Hatta Rajasa yang sebelumnya telah mengantongi lebih dari 368 suara dari total 597 suara, dia menambahkan, langsung menggelar konsolidasi begitu sampai di Bali untuk melakukan update terhadap perkembangan terakhir.  [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya