Berita

ilustrasi/net

Lewat Kaderisasi Parpol, Setengah Persoalan Bernegara Bisa Teratasi

JUMAT, 27 FEBRUARI 2015 | 11:42 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pertikaian internal partai politik disayangkan oleh berbagai kalangan. Karena pertikaian tersebut menambah panjang deret kegagalan parpol, menjalankan perannya turut serta dalam upaya pemerataan kesejahteraan. Pertikaian internal juga menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap parpol.

Demikian disampaikan pakar komunikasi politik Dr. Fauzi dalam seminar konstitusi 'Menata Sistem Ketatanegaraan: Maksimalisasi Peran Legislatif dalam Membangun Bangsa dan Daerah' di Mamuju Sulawesi Barat, Kamis (26/2). Seminar ini diikuti para bupati/walikota dan anggota DPRD se-Sulawesi Barat, pengurus organisasi kemasyarakatan, LSM dan mahasiswa.

Seminar yang terlaksana atas kerjasama MPR RI dengan DPRD Provinsi Sulawesi Barat, itu menghadirkan lima orang narasumber. Mereka adalah Dr. Fauzi, Bupati Mamuju Dr. H. Suhardi Duka, Dr. Ma'ruf Cahyono, Ketua KPU Provinsi Sulawesi Barat Usman Suhuriah dan Pimpinan Kelompok DPD MPR RI M. Asri Anas.


Partai politik, menurut Fauzi sesungguhnya bisa berperan besar dalam proses pembangunan bangsa. Antara lain melalui proses penyaringan yang baik dalam menentukan kandididat kepala daerah, dan calon anggota legislatif. Kalau pekerjaan tersebut bisa dilakukan, maka setengah dari persoalan kehidupan bernegara akan bisa teratasi.

"Kalau kadernya bagus caleg dan kandidat kepala daerahnya juga bagus, maka peluang munculnya politik uang bisa ditekan sekecil mungkin," kata Fauzi menambahkan.

Sementara Asri Anas menekankan pentingnya amandemen terhadap UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam menata sistem ketatanegaraan. Ini penting karena banyaknya masalah yang terdapat dalam sistem ketatanegaraan membuat negara tidak bisa segera meratakan kesejahteraan masyarakat.

"Ini adalah catatan yang diberikan MPR periode 2009-2014, dan fakta yang ditemukan oleh MPR selama melaksanakan kajian sistem ketatanegaraan selama ini," ungkapnya. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya