Berita

foto:net

Pemerintah Jamin Stok Elpiji 3 Kg Aman dan Tidak Naik

JUMAT, 27 FEBRUARI 2015 | 07:40 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan bahwa harga elpiji tabung 3 kilogram tetap atau tidak akan naik menyusul kelangkaan komoditas tersebut di beberapa daerah.

"Kalau ada yang berpandangan atau punya spekulasi bahwa akan ada kenaikan elpiji 3 kilogram itu tidak benar," kata Menteri ESDM Sudirman Said di Jakarta, Kamis (27/2) malam.

Pemerintah, menurutnya, tidak akan menaikkan harga elpiji 3 kg tersebut karena komoditas itu sudah ditetapkan oleh pemerintah, Komisi VII DPR, dan Badan Anggaran sebagai komoditas bersubsidi dan diperuntukkan bagi masyarakat kecil.


"Elpiji 3 kg adalah haknya masyarakat bawah, jadi kami mengimbau pada masyarakat mampu agar memperuntukkan elpiji tersebut kepada yang berhak," ujarnya.

Sudirman juga mengatakan bahwa untuk mengatasi kesulitan elpiji, Pertamina bekerja sama dengan Dirjen Migas ESDM telah melakukan operasi pasar besar-besaran guna memastikan bahwa ketersediaan elpiji tiga kilogram aman. "Dari operasi pasar tersebut tidak ditemukan lonjakan permintaan dan kami pastikan bahwa stok elpiji nasional aman," tuturnya.

Pelaksana Tugas Dirjen Migas Kementerian ESDM I Gusti Nyoman Wiratmadja menambahkan seperti dilansir Setkab, selain menggelar operasi pasar, Pertamina juga sudah menambah pasokan di sembilan lokasi yang terindikasi kesulitan elpiji 3 kg yaitu Binjai, Subang, Sumedang, Depok, Bogor, Bekasi, Jepara, Kedingtinggi, dan Karet (Jakarta).

"Penambahan pasokan kita lakukan dengan cepat, ketika tanggal 24 Februari ada laporan kelangkaan, tanggal 25 kami langsung menambah pasokan," ujarnya.

Pemerintah juga menyediakan pusat informasi (call center) untuk melayani keluhan masyarakat yang masih sulit mendapatkan elpiji 3 kg melalui nomor 021-500000. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya