Berita

Olahraga

BOPI Siap Fasilitasi Pertemuan Klub ISL dan Ditjen Pajak

KAMIS, 26 FEBRUARI 2015 | 09:57 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) terus aktif menjalin komunikasi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi melihat banyaknya klub Indonesia Super League (ISL) yang belum menyerahkan laporan pembayaran pajak sebagai salah satu syarat verifikasi kompetisi ISL 2015.

DJP ternyata juga merespons dengan positif. Pada 23 Februari kemarin, DJP bahkan sudah mengirim surat resmi berisi penjelasan tentang aspek perpajakan dari kegiatan liga sepak bola. BOPI menerima salinan surat tersebut dari Deputi V Kemenpora yang pekan sebelumnya bersama-sama dengan BOPI berkunjung ke DJP.

Dalam surat tersebut Wahyu Tumakaka selaku direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP menjelaskan panjang lebar seluruh aspek perpajakan di lingkungan sepak bola. Khususnya, menyangkut kewajiban perpajakan yang harus diketahui oleh sebuah klub profesional. Tidak hanya sebatas Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21, tapi juga PPh Pasal 23 dan PPh Pasal 4 ayat (2).


"Ternyata, banyak hal yang saya rasa selama ini mungkin juga tak disadari oleh para pengelola klub," Sekjen BOPI, Heru Nugroho, mengungkapkan melalui siaran persnya di Jakata. "Terus terang, kami sendiri pun rasanya akan kesulitan jika ditanya klub soal detailnya."

Untuk itu, kata Heru lagi, BOPI berencana menyiapkan sebuah forum untuk mempertemukan DJP dengan para pengelola klub ISL agar hal-hal yang belum jelas bisa dituntaskan. "Tapi tentunya ini tergantung klub-klub sendiri apakah mereka sudah cukup paham kewajibannya atau masih merasa perlu penjelasan dari DJP," ia menegaskan.

Dalam suratnya, pihak DJP sendiri menyatakan siap menjadwalkan dan mengatur waktu untuk pertemuan yang lebih substansial dengan semua pengurus dan anggota Liga Indonesia.

"Keterbukaan DJP ini perlu kita apresiasi dan kita manfaatkan dengan baik untuk meningkatkan standar pengelolaan klub sepak bola profesional di Indonesia," kata Heru, mengakhiri.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya