Berita

jusuf kalla/net

Bulog Diinstruksikan Salurkan 300 Ribu Ton Raskin

SELASA, 24 FEBRUARI 2015 | 10:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengatakan, naiknya harga beras sejak November 2014 lalu karena kurangnya suplai ke pasar, utamanya beras untuk rumah tangga miskin (raskin) yang tidak tersalurkan dalam tiga bulan terakhir.

Karena itu, Wapres menginstruksikan Badan Urusan Logistik (Bulog) agar segera menyalurkan raskin.

"Untuk mengatasi kekurangan ini, Bulog segera keluarkan raskin 300 ribu ton," sebut dia saat memimpin rapat tentang stabilitas harga beras di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Senin (23/2).


Wapres memperkirakan, kenaikan harga beras disebabkan faktor suplai, karena permintaan beras tidak berubah. Namun demikian, Wapres mengingatkan, kenaikan harga pangan, sangat mempengaruhi kondisi masyarakat golongan bawah, karena 60 persen pengeluaran mereka untuk membeli beras.

"Kenaikan Rp 1.000 hingga Rp. 2.000 per kg sangat terasa berat bagi masyarakat golongan bawah," ungkap JK.

Dijelaskannya, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 250 juta. Kebutuhan beras sebesar 128 kg setiap penduduk per tahun, artinya Indonesia membutuhkan beras sebanyak 32 juta ton dalam satu tahun. Kebutuhan setiap bulannya adalah 2,66 juta ton/bulan. "Mestinya suplai ini ada di pasar, termasuk raskin 232 ribu ton atau 9 persen dari suplai," ujarnya.

Namun, lanjut Wapres, selama tiga bulan ini, penyaluran raskin tidak berjalan lancar karena masalah administrasi. Ia menyebut, hal nilah yang menjadi penyebab defisit suplai beras sehingga beras mengalami kenaikan harga.

"Jadi, orang miskin yang biasa membeli beras seharga Rp 1.600/kg, kini selama 3 bulan membeli Rp 8.000/kg," terangnya.

Untuk mengatasi kekurangan itulah, Wapres meminta Bulog segera mengeluarkan raskin 300 ribu ton.

Sementara untuk memperlancar penyalurannya, Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri akan mengingatkan pemerintah daerah untuk mengajukan Surat Penentuan Alokasi (SPA) agar Bulog dapat segera melakukan penyaluran kekurangan raskin.

"Kekurangan raskin ini diambil dari cadangan Bulog, karena saat ini ketersediaan cadangan Bulog sebesar 1,4 juta ton, dan pada bulan Maret 2015 diperkirakan telah mulai panen, bahkan pada bulan April 2015 sudah panen raya," demikian mantan ketua umum Golkar ini dilansir dari laman Setkab. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya