Berita

Ferrari Sebastian Vettel

Olahraga

Vettel Tetap Ingin Gonta-ganti Helm

Formula 1
SENIN, 23 FEBRUARI 2015 | 08:44 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Regulasi Formula 1 sudah melarang driver gonta-ganti helm musim ini. Namun pebalap Ferrari Sebastian Vettel memberi indikasi mungkin akan tetap dengan kebiasaannya tersebut.

Sekadar catatan, untuk musim 2015 para pebalap tidak lagi diper­bolehkan mengganti desain helm­nya alias mesti menggunakan de­sain yang identik sepanjang musim. Dengan pebalap terus mengenakan desain helm yang sama selama satu musim, dan tidak gonta-ganti di tiap balapan, mereka dinilai akan jadi lebih mudah dikenali oleh para penggemarnya.

Akan tetapi, peraturan itu tam­paknya akan mengundang perde­batan tersendiri di kubu pebalap. Vettel, misalnya, yang sepanjang kariernya di F1 sejauh kabarnya sudah memakai lebih dari 90 desain helm yang berbeda.


Kini Vettel memberi indikasi mungkin akan tetap setia dengan kebiasaannya tersebut, meski tidak terlalu tanyak melakukan perubahan ini-itu seperti sebel­umnya, seandainya sanksi yang diberikan untuk pelanggaran tersebut tak terlalu berat.

"Rencananya saat ini adalah sedikit tenang dulu. Dalam situasi sulit seperti ini, hal itu (pelarangan gonta-ganti desain helm) seperti­nya merupakan sesuatu yang bisa disepakati orang-orang!" ceplos Vettel di Autosport.

"Aku belum tahu apa akan ada sanksi. Jika bentuknya denda kecil dengan uangnya ditujukan buat amal maka aku dengan senang hati akan terus mengganti helmku," tegas bekas driver Red Bull itu.

Sedang McLaren menunjuk­kan performa tak impresif setelah mengalami sejumlah masalah di tes pramusim. Namun begitu, Jen­son Button yakin McLaren tetap berpotensi memenangi balapan di musim 2015.

'The Silver Arrow' tengah dirundung masalah yang berkaitan dengan reabilitas. Meskipun Fer­nando Alonso mampu melaju se­banyak 60 lap dalam ujicoba hari kedua tapi Button yang menguji mobilnya di hari ketiga hanya bisa melahap 24 lap saja dan menun­taskan di posisi terbawah.

Si Panah Perak belum lagi berdiri di atas podium tertinggi balapan sejak terakhir pada 2012 di GP Brazil. Pada musim lalu, tim yang berbasis di Woking, Inggris itu cuma memenangi dua podium yang dicapai di GP Australia.

Meskipun demikian Button masih optimistis. "Kami memang tidak akan memiliki sebuah mobil yang mampu memenangi balapan pada saat seri pertama bergulir tapi kami bisa menang di seri terakhir," sahut dia.  ***

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya