Olympic Council of Asia (OCA) akhirnya memutuskan dua cabang tambahan untuk Asian Games XVIII/2018. Keduanya merupakan olah raga yang diajukan oleh Indonesia sebagai tuan rumah (hak prerogratif) yang kemudian disetujui oleh OCA, mereka yakni panjat dinding dan paralayang.
Dengan masuknya dua cabang ini, maka total telah ada 37 cabang olah raga yang masuk dalam daftar Asian Games 2018. Dengan rincian, 28 cabor olimpik, enam cabor nonolimpik, dan dua cabor pilihan tuan rumah serta OCA.
"Yang dihitung adalah disiplin cabornya, jadi paralayang dan panjat dinding ini masuk dalam kategori extreme sport. Hingga total, saat ini tinggal tersisa satu slot kuota lagi untuk cabor prerogratif pilihan OCA yang biasanya adalah cabang regional Asia," ungkap Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo di Jakarta.
Disetujui kedua cabang tersebut sebagai cabor Asian Games 2018, menurut Rita, karena OCA melihat adanya pontensi besar raihan medali yang bisa didapat oleh Indonesia dari situ.
Dibandingkan dua cabor lainnya yang masuk dalam daftar usulan, yaitu catur dan bridge, kata Rita, OCA melihat peluang lebih besar bagi Indonesia memperoleh medali ada di dua cabang tersebut.
"OCA sangat memberikan celah cabor yang diincar Indonesia di Asian Games nanti, yang bisa menghasilkan medali cukup signifikan bagi kita. Kalau catur dan bridge gak bisa masuk karena tidak ada pasangannya, karena keduanya masuk dalam intelegensia sport," imbuhnya.
Meski telah diputuskan, namun Indonesia belum bisa menentukan nomor-nomor pertandingan dari kedua cabor itu
. Rita mengaku untuk hal itu, pihaknya dan pengurus besar/pusat kedua cabang tersebut masih harus melakukan pembahasan secara internal dan baru akan dilaporkan ke OCA setelahnya.
Sementara untuk satu slot yang tersisa, menurut Rita, besar kemungkinan yang akan mengisi antara boling, sofbal, dan atau basebal. "Statusnya semua masih menunggu," ujarnya.
[wid]