Kabar yang menyebut Presiden Joko Widodo akan berkantor di Istana Bogor disambut pro dan kontra warga Kota Hujan itu.
Sebagian warga menyambut antusias. Tapi ada juga yang khawatir akan membuat Bogor makin macet.
"Kalau Presiden Jokowi pindah ke Bogor, apa kita masih bisa melihat isi Istana Bogor lagi?†tanya warga Bogor, Eva Yulianti, seperti diberitakan JPNN.
Eva khawatir, agenda Istana Open setiap Juni terancam hilang karena sterilisasi Istana demi keamanan presiden.
"Padahal, antusiasme warga sangat tinggi setiap kali ada Istana Open," tambahnya.
Kekhawatiran itu juga dirasakan salah seorang tokoh Bogor, Gatut Susanta. Jika Istana Open dihilangkan, kata dia, masyarakat bakal kecewa.
"Ketika ada perhelatan Istana Open kan Pak Presiden masih banyak istana yang lain. Bisa mengungsi ke Jakarta atau Cipanas dulu, toh hanya satu minggu untuk masyarakat," kata Gatut.
Meski presiden tinggal di Bogor, lanjut dia, Istana Open harus tetap ada. Pasalnya, Istana Bogor sudah menjadi bagian dan kebanggaan masyarakat. Istana Bogor juga satu-satunya Istana Kepresidenan yang memberi kesempatan masyarakat untuk masuk dan mengenal.
Perhelatan Istana Open juga mendapat restu tiga Presiden RI sebelumnya. Mulai dari Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.
"Tinggal bagaimana dengan Pak Jokowi," pungkasnya.
Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman, yang dikonfirmasi mengatakan Istana Open akan sulit digelar jika Jokowi menetap di Istana Bogor.
"Kalau menetap sih, sulit juga tetap dilaksanakan. Pastinya itu (Istana Open) akan tidak bisa lagi ya," kata Usmar.
Alternatif lain, Presiden Jokowi bisa menerima kunjungan masyarakat khusus di Hari Jadi Bogor. Tapi, Usmar khawatir hal itu juga sulit direalisasikan.
[ald]