Berita

istana bogor/net

Politik

Jokowi Pindah, Warga Bogor Khawatir Tidak Bisa Lagi Masuk Istana

MINGGU, 22 FEBRUARI 2015 | 05:04 WIB

Kabar yang menyebut Presiden Joko Widodo akan berkantor di Istana Bogor disambut pro dan kontra warga Kota Hujan itu.

Sebagian warga menyambut antusias. Tapi ada juga yang khawatir akan membuat Bogor makin macet.

"Kalau Presiden Jokowi pindah ke Bogor, apa kita masih bisa melihat isi Istana Bogor lagi?” tanya warga Bogor, Eva Yulianti, seperti diberitakan JPNN.


Eva khawatir, agenda Istana Open setiap Juni terancam hilang karena sterilisasi Istana demi keamanan presiden.

"Padahal, antusiasme warga sangat tinggi setiap kali ada Istana Open," tambahnya.

Kekhawatiran itu juga dirasakan salah seorang tokoh Bogor, Gatut Susanta. Jika Istana Open dihilangkan, kata dia, masyarakat bakal kecewa.

"Ketika ada perhelatan Istana Open kan Pak Presiden masih banyak istana yang lain. Bisa mengungsi ke Jakarta atau Cipanas dulu, toh hanya satu minggu untuk masyarakat," kata Gatut.

Meski presiden tinggal di Bogor, lanjut dia, Istana Open harus tetap ada. Pasalnya, Istana Bogor sudah menjadi bagian dan kebanggaan masyarakat. Istana Bogor juga satu-satunya Istana Kepresidenan yang memberi kesempatan masyarakat untuk masuk dan mengenal.

Perhelatan Istana Open juga mendapat restu tiga Presiden RI sebelumnya. Mulai dari Abdurrahman Wahid, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono.

"Tinggal bagaimana dengan Pak Jokowi," pungkasnya.

Wakil Walikota Bogor, Usmar Hariman, yang dikonfirmasi mengatakan Istana Open akan sulit digelar jika Jokowi menetap di Istana Bogor.

"Kalau menetap sih, sulit juga tetap dilaksanakan. Pastinya itu (Istana Open) akan tidak bisa lagi ya," kata Usmar.

Alternatif lain, Presiden Jokowi bisa menerima kunjungan masyarakat khusus di Hari Jadi Bogor. Tapi, Usmar khawatir hal itu juga sulit direalisasikan. [ald]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya