Berita

jonan-ceo air asia

Menteri Jonan Selama Ini Tegas, Tapi Kok Memble Menghadapi Lion Air

JUMAT, 20 FEBRUARI 2015 | 22:43 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan terkesan takut untuk menindak Perusahaan Penerbangan Lion Air yang melakukan penundaan/delay besar-besaran terhadap beberapa rute penerbangannya sehingga menyebabkan situasi chaos di bandara Soekarno Hatta Tangerang, dan Bandara Kuala Namu Medan.

Menhub Jonan masih belum bersikap tegas padahal Lion Air telah terindikasi melanggar Pasal 146 UU 1/2009 tentang Penerbangan yang menyatakan  bahwa pihak maskapai penerbangan atau pengangkut harus bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi karena keterlambatan pada angkutan penumpang, bagasi, atau kargo.

Demikian disampaikan Ketua Jakarta Transportation Watch (JTW), Andy William Sinaga, dalam siaran pers yang diterima malam ini (Jumat, 20/2).


"Dari informasi yang dihimpun oleh JTW dari berbagai sumber, pihak Lion Air tidak melakukan antisipasi dan memberikan informasi yang jelas tentang keterlambatan berbagai rute tersebut. Beberapa petugas darat (ground officer) Lion air terkesan dan menghindar ketika para calon penumpang berusaha mendapatkan informasi publik," ungkapnya.

Selain itu Lion Air juga terindikasi melanggar UU 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen, dimana hak konsumen calon penumpang Lion Air, seperti hak atas kenyamanan, hak untuk diperlakukan atau dilayani secara jujur serta tidak diskriminatif hak untuk mendapatkan kompensasi, dan ganti rugi.

"Intinya pihak Lion air harus mempertimbangkan ganti rugi immaterial terhadap calon penumpang yang haknya untuk diterbangkan sesuai dengan jadwal tiket yang mereka beli ditunda oleh Lion Air," tegasnya.

JTW menilai lambatnya reaksi yang diambil Menhub Jonan sangat aneh dan tidak masuk akal. Karena selama ini Jonan adalah pejabat yang cepat tanggap dan responsif dalam mengambil keputusan dan tindakan apabila melihat adanya indikasi pelanggaran terhadap aturan penerbangan seperti yang diperlihatkan pada saat pesawat Air Asia rute Surabaya -Singapura hilang kontak beberapa bulan yang lalu.

"JTW menghimbau agar Jonan segera mengambil tindakan yang tegas kepada maskapai Lion Air dengan melakukan suspend/penghentian sementara terhadap izin Lion Air sampai maskapai tersebut benar-benar melakukan restrukturisasi terhadap manajemen khususnya pelayanan terhadap konsumen. Jonan jangan terkesan takut dengan siapa dibalik kemudi Lion Air, tetapi hukum dan peraturan harus ditegakkan," tandasnya. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya