Berita

ilustrasi/net

Politik

KAMMI Ajak Masyarakat Tuntut Lion Air Ganti Rugi Rp 1 Triliun

JUMAT, 20 FEBRUARI 2015 | 18:27 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mengaku terus memantau pemberitaan terbaru rentetan keterlambatan (delay) penerbangan pesawat Lion Air ke sejumlah daerah pada Rabu (18/2) hingga Jumat (20/2).

KAMMI menyayangkan delay demi delay diketahui tetap terjadi pada banyak penerbangan Lion Air ke sejumlah daerah. Merespons kekacauan itu, KAMMI mengajak masyarakat menuntut Lion Air menyiapkan kompensasi Rp 1 triliun.

"KAMMI memandang persoalan Lion Air ini tidak bisa disepelekan. Pelanggan Lion Air yang merasa dirugikan perlu menuntut Lion Air siapkan Rp 1 triliun untuk menyelesaikan ganti rugi keterlambatan kepada ribuan penumpang yang telantar dan seluruh pihak terkait yang terkena imbas langsung," kata pengacara KAMMI Pusat, Irawan Malebra, S.H, dalam rilisnya kepada wartawan, Jumat (20/2).


Irawan menaksir angka Rp 1 triliun berdasar pada banyaknya penerbangan yang terbengkalai dan buruknya respons manajemen Lion Air. Menurut Irawan, meski Menteri Perhubungan dikabarkan sudah menyatakan sikap, namun itu belum berimbas pada perbaikan penerbangan Lion Air.

"Kalau terus seperti ini, saya rasa sah-sah saja jika ada dugaan bahwa ada kongkalikong antara Lion Air dengan Menhub," ujarnya.

Sementara itu Wakil Ketua Umum KAMMI, Hadi Prayitno, juga mengajak masyarakat lebih aktif dan masif dalam mengonsolidasikan protes terhadap Lion Air agar lebih efektif. Hadi mengundang masyarakat untuk bergabung dalam Fanpage Facebook "Gerakan Masyarakat Tuntut Lion Air".   

"Atas nama bangsa Indonesia, mari kita bersama melakukan aksi demi menghentikan tindakan zalim Lion Air. Siapa pun masyarakat yang memiliki kompetensi di bidang hukum, transportasi, manajemen, dan sebagainya kami ajak untuk bergabung dalam gerakan ini," tutupnya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya