Berita

joko driyono/net

Olahraga

Kick Off ISL 2015 Ditunda, LI Gagal Penuhi Syarat Klub Profesional

KAMIS, 19 FEBRUARI 2015 | 19:54 WIB | LAPORAN:

PT Liga Indonesia (LI) menganggap penundaan kick off ISL 2015 sampai dua minggu ke depan sebagai permasalahan yang serius. Entah karena kesulitan memenuhi persyaratan dari BOPI atau memang banyak verifikasi yang tak dilakukan dengan benar, mereka pun langsung menegaskan tak mungkin menggelar kick off ISL pada Maret nanti.

CEO PT Liga, Joko Driyono menyebut menghormati keputusan dari badan di bawah Kemenpora itu.

"Kami menganggapnya ada ketidakpastian dalam kick-off ini. Ketidakpastian ini memiliki dampak yang besar bagi kami, liga, klub dan seluruh partner yang terlibat dalam kompetisi ini," katanya.


Pesimisme untuk memenuhi syarat klub profesional sesuai standar AFC dan FIFA itu memang tergambar jelas dalan pernyataan sang CEO.

"Secara teknis, mengesampingkan syaratnya dipenuhi atau tidak, kami pastikan kick-off dua minggu ke depan tidak mungkin," tuturnya.

Keputusan dari Kemenpora yang melakukan audit atau verifikasi melalui BOPI ini harusnya membuat PT LI sadar. Bahwa, sejak digulirkannya ISL pada 2008 silam, belum tampak kemajuan. Yang ada, adalah pengulangan kesalahan yang sama tiap tahunnya. Contoh nyata adalah klub yang selalu menunggak gaji tiap akhir musim.

Selain itu banyak klub yang tak bisa bermain di kandang, tapi masih diberi kesempatan. Akibatnya, klub kesulitan mendapatkan pemasukan karena fasilitas untuk menggelar pertandingan tak ada. Nyatanya, klub-klub seperti ini masih diloloskan PT LI.

Lebih jauh Joko menambahkan, penundaan kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015 yang dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berdampak pada penundaan kedatangan pelatih asing yang akan menangani Tim Nasional Indonesia senior.

Padahal, sesuai rencana awal, pelatih asing tersebut akan datang di periode 18-20 Februari. Sosok yang disebut-sebut bersal dari Belanda tersebut direncanakan menyaksikan pertandingan ISL sekaligus untuk memantau pemain.

"Tadi emergency call juga cancel. Rencananya, tiba 20 Februari dan langsung menonton pertandingan. Jadi, sudah dibatalkan karena untuk apa dipercepat kalau tidak ada pertandingan yang dilihat dan waktunya tidak memungkinkan," ujar Joko Driyono.

Akibat buruk lainnya, dilanjutkan Joko Driyono, Timnas kemungkinan batal beruji coba. Hal itu sebagai rentetan batalnya kedatangan pelatih asing tersebut. Pada akhir Maret 2015, Timnas sebelumnya direncanakan melakoni dua pertandingan persahabatan dalam FIFA Match Day.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya