Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) sedang menggodok susunan kepengurusan yang ramping dan efektif. Hal ini untuk mendorong upaya pencapaian peningkatan target pretasi yang lebih baik.
"Prestasi atlet di ajang kejuaraan internasional pada periode lalu sudah cukup baik. Kami ingin meningkatkan pencapaian prestasi yang lebih tinggi lagi, untuk memenuhi harapan bangsa bangsa Indonesia untuk berprestasi di kancah internasional. Mulai dari SEA Games, Asian Games maupun Olimpiade dan event internasional lainnya. Untuk itu kami akan menyusun kepengurusan yang ramping dan efektif, agar kinerja kepengurusan dapat didorong secara maksimal," ujar Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman di Jakarta, kemarin (Rabu, 18/2).
Untuk mencapai target prestasi itu, pembinaan dan kaderisasi atlet taekwondo akan terus disempurnakan, lanjut Marciano. Setiap atlet taekwondo yang berpotensi, walaupun dari pelosok daerah, akan diberikan kesempatan untuk menggapai prestasi tertinggi.
"PBTI membuka kesempatan seluas-luasnya bagi atlet dari seluruh Indonesia yang memiliki potensi untuk berprestasi maksimal, untuk berjuang bersama mengibarkan merah putih di event internasional yang kita banggakan. Saya mengundang seluruh atlet taekwondo berpotensi yang akan dibina oleh pengurus baru nanti," ujarnya.
Meskipun demikian, Marciano menjelaskan bahwa program rekrutmen atlet tersebut harus tetap berpedoman pada sistem seleksi yang telah ditentukan oleh organisasi. Yaitu, seleksi dimulai dari tahapan yang paling bawah, mulai dari tingkat kabupaten/kota, propinsi dan tingkat nasional.
"Melalui sistem yang sistematis dan terprogram baik seperti itu, Insya Allah tidak akan ada atlet bagus yang tertinggal. Meskipun dari pelosok daerah, seorang atlet yang berpotensi tentunya akan lolos ke jenjang berikutnya sampai tingkat nasional, karena ia adalah mutiara yang bersinar di jenjang manapun," pungkasnya.
[wid]