Berita

Olahraga

PBTI Buka Rekrutmen Atlet Berpotensi

KAMIS, 19 FEBRUARI 2015 | 19:41 WIB | LAPORAN:

Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) sedang menggodok susunan kepengurusan yang ramping dan efektif. Hal ini untuk mendorong upaya pencapaian peningkatan target pretasi yang lebih baik.

"Prestasi atlet di ajang kejuaraan internasional pada periode lalu sudah cukup baik. Kami ingin meningkatkan pencapaian prestasi yang lebih tinggi lagi, untuk memenuhi harapan bangsa bangsa Indonesia untuk berprestasi di kancah internasional. Mulai dari SEA Games, Asian Games maupun Olimpiade dan event internasional lainnya. Untuk itu kami akan menyusun kepengurusan yang ramping dan efektif, agar kinerja kepengurusan dapat didorong secara maksimal," ujar Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman di Jakarta, kemarin (Rabu, 18/2).

Untuk mencapai target prestasi itu, pembinaan dan kaderisasi atlet taekwondo akan terus disempurnakan, lanjut Marciano. Setiap atlet taekwondo yang berpotensi, walaupun dari pelosok daerah, akan diberikan kesempatan untuk menggapai prestasi tertinggi.


"PBTI membuka kesempatan seluas-luasnya bagi atlet dari seluruh Indonesia yang memiliki potensi untuk berprestasi maksimal, untuk berjuang bersama mengibarkan merah putih di event internasional yang kita banggakan. Saya mengundang seluruh atlet taekwondo berpotensi yang akan dibina oleh pengurus baru nanti," ujarnya.

Meskipun demikian, Marciano menjelaskan bahwa program rekrutmen atlet tersebut harus tetap berpedoman pada sistem seleksi yang telah ditentukan oleh organisasi. Yaitu, seleksi dimulai dari tahapan yang paling bawah, mulai dari tingkat kabupaten/kota, propinsi dan tingkat nasional.

"Melalui sistem yang sistematis dan terprogram baik seperti itu, Insya Allah tidak akan ada atlet bagus yang tertinggal. Meskipun dari pelosok daerah, seorang atlet yang berpotensi tentunya akan lolos ke jenjang berikutnya sampai tingkat nasional, karena ia adalah mutiara yang bersinar di jenjang manapun," pungkasnya.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya