Berita

joko driyono/net

Olahraga

CEO Liga Indonesia Pasrah ISL 2015 Ditunda

SENIN, 16 FEBRUARI 2015 | 07:45 WIB | LAPORAN:

CEO PT Liga Indonesia (PT LI), Joko Driyono, tidak bereaksi keras terhadap kebijakan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) yang meminta kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2015, ditunda pelaksanaannya.

Joko Driyono justru mengakui, memang banyak persyaratan dari BOPI yang belum diberikannya.

"Terus terang, banyak yang belum terpenuhi. Tapi ini hal baru, misalnya saja soal data youth development di masing-masing klub, CSR program masing-masing klub, dan banyak hal lagi," ungkap Joko Driyono di Jakarta.


"Kami, prinsipnya mengikuti. Kalau BOPI memutuskan tidak boleh kick-off dan itu menjadi rekomendasi penting bagi kepolisian untuk tidak mengizinkan, kami tidak kick-off. Mau bagaimana lagi, tanya kepada BOPI, kalau itu menjadi syarat dari pihak kepolisian untuk tak diizinkan, kami berhenti," sambungnya.

Restu dari pihak kepolisian, sangat diperlukan sebagai rekomendasi penyelenggaraan kompetisi ISL, yakni berupa izin keramaian. Nantinya, kepolisian dipastikan tidak memberikan izin, apabila BOPI tidak memberikan rekomendasi.

Terkait pelaksaan kompetisi ISL musim ini, BOPI juga sudah menyampaikan sederet temuannya kepada Tim Sembilan bentukan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Di antaranya, masih terdapat klub-klub yang belum memenuhi standar pengelolaan organisasi dan standar penyelenggaraan kejuaraan sesuai dengan UU Keolahragaan Nasional Nomor 3 tahun 2005 maupun peraturan pelaksanaan lainnya. Misalnya saja, terkait tunggakan gaji, klub dan PT LI tidak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dokumen kontrak pemain serta ofisial yang belum diserahkan, menjadi syarat mutlak agar rekomendasi dari BOPI bisa keluar.

Sementara garansi bank, masih ditolerir sampai pertengahan musim. Kemudian hal lain yang bisa ditoleransi, yakni pembinaan atlet dan pemain usia dini, yang juga masuk dalam variabel verifikasi BOPI.

Bahkan Ketua Verifikasi BOPI, Iman Suroso mengatakan sebanyak 18 klub peserta ISL musim ini belum ada yang melampirkan bukti pembayaran pajak. Fakta lainnya, baru ada delapan klub yang melampirkan NPWP, sedangkan 10 klub lainnya belum.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya