Berita

foto:net

Jokowi Harus Tolak Perpanjangan Izin Ekspor Newmont

SENIN, 16 FEBRUARI 2015 | 01:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Pulau Sumbawa (APMPS) Jakarta menolak perpanjangan izin ekspor konsentrat PT Newmont Nusa Tenggara (NNT).

"Kami mendesak Presiden Jokowi untuk tidak memberi Izin perpanjang PT NNT," ujar Koordinator APMPS Jakarta, Suparman, Senin (16/2).

Ia mengatakan keberadaan PT NNT tidak ada konstribusi positif terhadap rakyat Sumbawa, bahkan Nusa Tenggara Barat (NTB). Indikator gagalnya keberadaan PT NNT adalah terus meningkatnya tenaga kerja Indonesia (TKI) asal NTB yang dideportasi Pemerintah Malaysia pada 2014 sebanyak 2.447 orang dan sekaligus, mengurangi penghasilan masyarakat dalam aspek pertanian dan kelautan yang akibatkan adanya PT NNT.


"Karena itu, izin perpanjang PT NNT akan semakin merusak ekosistem dan sosial-kultural masyarakat Pulau Sumbawa sebagai masyarakat agraria dan maritim," ungkap Suparman di Jakarta lewat rilisnya.

Selain itu, lanjut dia, keberadaan PT NTT akan membawa dampak negatif terhadap rakyat pulau Sumbawa dan NTB pada masa mendatang.

"Selain mendesak Presiden Jokowi untuk tidak memberi izin perpanjang PT NTT. Kami juga akan melakukan konsolidasi untuk menolak izin perpanjangnya," tegas dia.

PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang bergerak dalam bidang tembaga dan emas yang berlokasi di Sumbawa Barat NTB telah mengajukan permohonan perpanjangan izin ekspor konsentrat ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Permohonan diajukan lantaran izin ekspor diberikan hanya selama enam bulan dan bisa diperpanjang untuk enam bulan berikutnya. Izin diberikan untuk periode 18 September 2014 hingga 18 Maret 2015 dengan kuota ekspor tembaga mencapai sekitar 350.000 ton. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Konflik Agraria di Program Lumbung Pangan

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:59

Riset Advokasi Harus Perjuangkan Kebutuhan Masyarakat

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:36

Hati-hati! Pelemahan Rupiah Juga Bisa Hantam Warga Desa

Minggu, 17 Mei 2026 | 03:19

Kebangkitan Diplomasi Korporat di Balik Pertemuan Trump-Xi

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:59

Pemkot Semarang Gercep Tangani Banjir Tugu-Ngaliyan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:33

TNI AD Pastikan Penanganan Insiden Panhead Cafe Berjalan Transparan

Minggu, 17 Mei 2026 | 02:12

Mantan Pimpinan KPK Sebut Vonis Banding Luhur Ngawur

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:50

Jokowi-PSI Babak Belur Usai Serang JK Pakai Isu Agama

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:25

Pemkot Semarang Pastikan Penanganan Permanen di Jalan Citarum

Minggu, 17 Mei 2026 | 01:10

Celios: Prabowo Kayaknya Perlu Dibriefing Ekonomi 101

Minggu, 17 Mei 2026 | 00:54

Selengkapnya