Berita

Khofifah Indar Parawansa/net

Menteri Khofifah: Nasionalisme Terbangun dari Keragaman

MINGGU, 15 FEBRUARI 2015 | 23:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, untuk mengeratkan integrasi bangsa perlu dilakukan secara terus menerus. Salah satunya dengan menempatkan diri sebagai warga Indonesia yang bergama Islam, bukan sebagai orang Islam yang tinggal di Indonesia.

Begitu pula warga Indonesia dari etnis lain, misalnya Tionghoa, bukan orang Tionghoa yang lahir dan berada di Indonesia. Sebab, kalau memposisikan sebagai orang Islam dan orang Tionghoa yang tinggal di Indonesia, maka tanggung jawab nasionalismenya lemah.

"Jika orang Indonesia yang beragama Islam dan orang Indonesia dari etnis Tionghoa. Dipastikan bisa meneguhkan NKRI dan nasionalisme akan terbangun dengan kuat," sebut dia di Rumah Ratu Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (15/2).


Melalui perayaan Imlek bagi etnis Tionghoa dan umat Islam dengan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW bisa menjadi perekat nasionalisme bangsa yang terbangun dari warga negara dengan beragam suku, agama dan bahasa.

Ditanya soal penanganan penyalahgunaan narkoba di Indoneia. Tahun ini, kata Mensos, pemerintah akan merehabilitasi sosial 100 ribu orang dengan masa penangangan setahun empat bulan dan paling minimal enam bulan yang didukung kanselor dan pekerja sosial (peksos) adiksi.

"Penangangan penyalahgunaan narkoba tidak hanya terkait rehabilitasi sosial saja. Tapi juga terkait kapasitas tempat atau panti, Sumber Daya Manusia (SDM) kanselor dan peksos adiksi," katanya dalam rilisnya.

Salah satu pemetaan penanganan penyalahgunaan narkoba yang dilakukan di Jawa Timur, dengan kondisi perbandingan 1 konselor : 37 orang. Hal itu tidak sebanding dan yang masih bisa ditolelir adalah 1 konselor : 5 orang dan 1 konselor : 10 orang.

"Ketidakseimbangan antara jumlah kanselor dan peksos adiksi bisa berdampak pada tidak efektifnya pelayanan dan penanganan bagi para korban tindak penyalagunaan narkoba," tandasnya.

Khusus di Kalimantan Barat, terdapat panti rehabiltiasi sosal bagi para korban penyalahgunaan narkoba swasta dan dijadwalkan akan dikunjungi Menteri Sosial.

Saat ini, Kemensos tengah menyiapkan kanselor adiksi 700 orang dan 500 peksos adiksi dengan lisensi sertifkasi. "Untuk layanan kesehatan oleh Kementerian Kesehatan dan layanan rehabilitasi sosial dilakukan melalui IPWL. Dari jumlah konselor dan peksos adiksi akan dievaluasi cukup apa tidaknya," ucapnya.

Terkait program pengentasan kemiskinan, Kemensos melalui Program Keluarga Harapan (PKH) dari 5 persen warga termiskin mendapatkan paket bantuan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan stimulus bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP).

"Dari berbagai paket bantuan sosial yang didapatkan tersebut, warga miskin sudah bisa mandiri tinggal sentuhan dan pemberdayaan yang lainnya," katanya.

Pada RPJMN 2014-2019, pemerintah menargetkan penuruan angka kemiskinan 4 persen dan yang menjadi tugas dan target Kemensos selama lima tahun 1 persen dengan program KUBE dan KKS. "Kemensos sudah ditarget dengan 1 persen. Maka, sisanya yang 3 persen berada di berbagai kementerian lainnya," pungkas menteri yang juga ketua umum muslimat NU ini. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya