Berita

hatta rajasa/net

Politik

Selama Dipimpin Hatta Rajasa, PAN Lumpuh Tak Bergerak

SABTU, 14 FEBRUARI 2015 | 11:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Semakin mendekati Kongres Partai Amanat Nasional (PAN), suhu di tubuh partai itu semakin panas.

Kubu Hatta Rajasa mulai menggunakan isu tidak rangkap jabatan untuk menjegal Zulkifli Hasan dalam pemilihan ketua umum PAN.

Isu itu disampaikan, misalnya, oleh Ketua DPW PAN di Bali, Njoman Suweta, yang meminta agar Zulkifli Hasan fokus memimpin MPR. Menurutnya, lebih bila kursi ketua umum PAN diserahkan kepada Hatta Rajasa yang kini tidak menjabat apapun di pemerintahan. Karena itulah, Njoman menilai Hatta akan memiliki lebih banyak waktu untuk mengurus partai.


Kubu Zulkifli Hasan menangkis asumsi Njoman ini. Ketua DPP PAN Agung Mozin membenarkan bahwa di era Hatta Rajasa, PAN seperti lumpuh dan tak bergerak. Hatta sibuk dengan urusan  pemerintahan karena menjabat sebagai Menko Perekonomian.

Hatta menjadikan PAN sebagai prioritas kedua. Akibatnya, konsolidasi partai tidak berjalan.

"Rakerda, Rakerwil tidak berjalan. Rakernas pun dibikin semaunya dan hanya 30 menit. Kondisi inilah yang menyebabkan trauma soal rangkap jabatan ini," ujar Agung Mozin dalam keterangan yang diterima redaksi.

Semestinya, sambung dia, rangkap jabatan ketua umum partai di struktur negara akan mengangkat moral, kehormatan dan wibawa partai.

"Kader-kader di daerah tentu akan merasa bangga dan percaya dirinya tinggi apabila ketua umumnya memiliki jabatan strategis di negeri ini. Jadi jangan justru dibalik-balik," kata dia. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya