Berita

gunung padang

Andi Arief: Semoga Ada Nawacita di Gunung Padang

KAMIS, 12 FEBRUARI 2015 | 14:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Setelah sekian lama tak dibicarakan, situs megalitikum Gunung Padang hari ini kembali mengisi ruang publik.

Adalah mantan Staf Khusus Presiden Andi Arief yang merupakan insiatir Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) yang kembali mengingatkan publik akan penelitian yang telah dilakukan di situs yang berada di Cianjur, Jawa Barat itu.

Diawali dari berita mengenai empat penambang emas yang hilang di Gunung Rosa, Kecamatan Cempaka, Rabu malam (11/2). Gunung Rosa tak begitu jauh dari Gunung Padang.


Disebutkan bahwa para penambang menggali lobang sepanjang satu kilometer dengan ketinggian rata-rata 60 meter.

Menurut Andi Arief, ketika meneliti kawasan di situs Gunung Padang sejak 2011 lalu, pemindaian yang dilakukan TTRM telah mengidentifikasi sejumlha lorong yang dibuat sebagai jalur penetrasi ke perut Gunung Padang.

"Mungkin asumsi yang membangunnya di dalam Gunung Padang banyak emas harta karun," kata Andi Arief.

Dia juga belum tahu pasti apakah aktifitas penambang menembus Gunung Padang ini ada hubungan dengan sikap kelompok yang menandatangani petisi menolak riset Gunung Padang. Di antara para penandatangan adalah arkeolog lutfi Yondri dan geolog Sujatmiko Miko.

Andi Arief juga mengatakan, setelah vakum sejak pemerintahan berganti, dia masih menyimpan harapan semoga penelitian situs Gunung Padang dapat dituntaskan dan dilanjutkan.

"Ah, mudah-mudahan ada Nawacita di Gunung Padang," katanya. [dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya