Berita

agun gunanjar/net

Politik

GEJOLAK GOLKAR

Kubu Agung Laksono Ngotot Munas Bali Tidak Sah

KAMIS, 12 FEBRUARI 2015 | 04:15 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tim Penyelamat Partai Golkar (TPPG ) yang dipimpin Agung Laksono terus memersoalkan musyawarah nasional (munas) partai di Bali yang mengantarkan Aburizal Bakrie (ARB) kembali menjadi ketua umum. Golkar kubu Agung yang menggelar munas di Ancol, melalui mahkamah partai mempersoalkan munas ARB di Bali yang dianggap tidak demokratis, penuh skenario dan intimidasi.

Menurut anggota TPPG, Agun Gunanjar, pihaknya sudah jauh-jauh hari mengendus adanya skenario untuk meloloskan Ical kembali sebagai ketua umum. Agun bahkan mengaku sudah melihat gelagat itu sebelum Golkar menggelar rapat konsultasi nasional di Bandung.

"Saya sudah katakan ada desain besar tentang pemilihan secara aklamasi dengan menggunakan intimidasi atau iming-iming kepada DPD di seluruh Indonesia," ujar Agun, Rabu (11/2).


Karenanya politikus muda Golkar itu mengaku sudah tahu skenario munas di Bali. Sebab, semula munas akan digelar di Bandung pada 27 November. Hal itu dibuktikan dengan adanya souvenir yang didapatkan di Bali. "Itu bertuliskan Bandung," cetusnya.

Dari hal tersebut, lanjut dia, TPPG terbentuk. Tim ini tidak semata-mata muncul begitu saja. Menurut dia tim ini sudah dia gagas sejak lama. Jauh sebelum rapat pleno tanggal 25 November berlangsung. "TPPG itu bukan ujug-ujug muncul pikiran sesaat, saat itu juga muncul," tuturnya dilansir dari JPNN.

TPPG, tambah dia, hadir bukan untuk menjalankan roda organisasi partai tetapi hanya menyelenggarakan munas sesuai AD/ART. Menurut mantan Ketua Komisi II DPR itu kehadiran TPPG dinilai wajib hukumnya, dikarenakan tim ini muncul untuk menyelamatkan Partai Golkar dari kesewenang-wenangan.

Dalam sidang mahkamah partai perdana (Rabu, 11/2), kubu Munas Ancol melayangkan delapan petitum yang secara garis besar menyatakan penyelenggaraan dan hasil Munas di Bali tidaklah sah. Sidang ini ditunda sampai pekan depan karena kubu ARB tidak datang, mereka beralasan, karena ingin menghormati proses hukum yang berjalan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. [rus/jpnn]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya