Berita

TB hassanudin/net

TRAGEDI CALON KAPOLRI

TB Hasanuddin Ingatkan Kompolnas Jangan Terlalu Bersemangat

SELASA, 10 FEBRUARI 2015 | 08:44 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dinilai tengah ikut menambah keruh suasana konflik Polri-KPK, terutama ketika masing-masing anggota Kompolnas mengumumkan secara terbuka calon-calon Kapolri yang satu sama lainnya berbeda.

Seperti banyak diberitakan media, awalnya Kompolnas mengumumkan ada sembilan orang yang akan diajukan sebagai calon Kapolri baru pengganti Komjen Budi Gunawan, kemudian diralat hanya tujuh atau lima. Terakhir calon dirampingkan dan dicoret dua orang yaitu Komjen Budi Waseso dan Komjen Putut Eko Bayuseno.

"Saya sarankan Kompolnas agar lebih menahan diri dan lebih bijak dalam membuat pernyataan-pernyataan ke publik terutama menyangkut kredibilitas orang perorangan," kata Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin kepada redaksi sesaat lalu (Selasa, 10/2).


Jelas politisi PDI Perjuangan ini, di lingkungan TNI/Polri ada etika yang harus dipegang dan diikuti oleh para pimpinan dan pejabat personalianya. Seleksi untuk promosi jabatan dilakukan dengan ketat tapi bersifat rahasia . Mengapa harus rahasia? Ya karena menyangkut kredibilitas calon, agar tidak muncul fitnah, isu , rumor dan gosip di lingkungan calon itu sendiri, bahkan jangan sampai terjadi saling jegal dan saling fitnah.

Lanjut Hasanuddin, suasana kebatinan jiwa korsa atau esprit de corps itu harus tetap dijaga dan dipelihara. "Seharusnya menjaga suasana persatuan dan kesatuan dilingkungan Polri juga menjadi peran Kompolnas," ungkapnya.

Menurutnya, seleksi terbuka dengan melibatkan publik itu mungkin tak dilarang, tapi kalau tiap hari ada pengumuman soal calon Kapolri, sebaiknya dihindari. Hasanuddin menyarankan, gunakan saja lembaga-lembaga yang sah seperti PPATK atau KPK atau lembaga-lembaga lainnya untuk melihat rekam jejak seorang calon.

"Sekali lagi mempromosikan atau memecat seseorang itu tetap ada etikanya. Kedua, saya sarankan Kompolnas tak perlu terlalu bersemangat bahkan over proaktif. Tunggu saja permintaan presiden, kalau presiden sudah minta baru serahkan," katanya.

Setahunya, Presiden Jokowi sampai saat ini belum resmi meminta calon Kapolri. Lalu tak ada alasan Kompolnas jadi super sibuk, bahkan terjebak dalam pro dan kontra publik.

"Sekali lagi saya ingatkan, hak dan privasi para calon yang akan dipromosikan harus tetap dijaga agar tidak menjadi fitnah," demikian mantan Sekretaris Militer Presiden ini. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya