Berita

Tantowi Yahya/net

Golkar Pertanyakan Urgensi Kerja Sama dengan Proton

MINGGU, 08 FEBRUARI 2015 | 11:36 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kerja sama PT Adiperkasa Citra Lestari (Indonesia) dengan Proton produsen mobil dari Malaysia menjadi isu publik ketika ada embel-embel bahwa ini akan dijadikan proyek mobil nasional di tanah air.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Tantowi Yahya mengatakan, kalau sedari awal dijelaskan bahwa ini murni kerja sama business to business, masyarakat juga tidak akan ambil pusing.

"Masa bodo lah," ujar Tantowi kepada wartawan, Minggu (8/2).


Jelas dia, masih harus dibuktikan apakah rakyat Indonesia tidak lagi emoh dengan produk-produk Malaysia. "Liat saja pom bensin Petronas yang tutup satu per satu," cetusnya.

Menurut Tantowi, itu menjadi indikasi sentimen rakyat Indonesia atas pelecehan-pelecehan yang dilakukan negara itu. Semua jadi berkomentar ketika sekonyong-sekonyong Proton akan dijadikan mabil nasional.

Ketua DPP Golkar ini mengungkapkan, paling tidak ada dua alasan mengapa rakyat jadi gemes. Pertama, apa alasannya kerja dengan Proton yang nota bene penjelmaan dari Mitsubishi dan sudah sekarat di Malaysia dijadikan mitra untuk pembangunan mobil nasional.

"Kenapa nggak sekalian kerja sama dengan Mitsubishi-nya saja? Bagaimana pula nasib Esemka yang telah berhasil mendongkrak Pak Jokowi jadi tokoh nasional?" tanya Tantowi.

Kedua, penandatanganan itu terjadi di saat TKI kita di Malaysia sedang dilecehkan lewat iklan robot pembersih, 'Fire Your Indonesian Maid in Malaysia'.

"Ini kan seperti air tuba dibalas dengan air susu. Jadi, tugas pemerintah sekarang agar tidak jadi berlarut-larut, jelaskan dengan sejelas-jelasnya ke rakyat, ini bukan proyek Mobnas. Jadi tidak akan ada Penyertaan Modal Negara yang artinya APBN. Jelaskan bahwa ini murni kerjasama swasta. Mudah-mudahan rakyat meminati produk Malaysia ini nantinya," demikian Tantowi. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya