Berita

sultan-jokowi/net

Indonesia-Brunei Tingkatkan Kerja Sama Ketenagakerjaan

MINGGU, 08 FEBRUARI 2015 | 06:23 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi sejak kemarin (Sabtu, 7/2) telah berada di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, sebagai bagian dari rangkaian lawatannya ke Malaysia, Brunei Darussalam dan Filipina.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di sela-sela mendampingi Presiden Jokowi berkunjung ke Brunei Darussalam mengatakan, setibanya di Istana Nurul Iman, kediaman Sultan Hasanah Bolkiah, Presiden Jokowi telah memimpin pembicaraan bilateral kedua negara.

Adapun hasilnya, kedua pemimpin sepakat meningkatkan kerjaama ketenegarakerjaan dan juga people to people contact. Sebagaimana diketahui ada satu kekhasan Warga Negara Indonesia (WNI) di Brunei, dimana jumlahnya mencapai kurang lebih 1/6 dari total penduduk Brunei, dan sebagain besar adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI), termasuk kaum profesional.


"Oleh karena itu kita merasa perlu untuk meningkatkan kerja sama di bidang ketenagakerjaan, dan pada pertemuan tadi, Sultan Brunei juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih pada Presiden Indonesia, bahwa TKI telah memberikan kontribusi cukup besar pada perekoomian Brunei Darussalam," ujar Menteri Retno seperti dilansir dari laman setkab.go.id.

Dalam pembicaraan bilateral kedua pemimpi juga sepakat untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan ivestasi, dan dengan ditandatanganinya kerjasama antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) kedua negara diharapkan perdagangan bilateral semakin meningkat.

"Presiden juga mengundang para investor Brunei bekerjasama dengan Indonesia untuk pembagunan tol, power plant, railway, dan lain-lain, " ungkap Menteri Retno.

Selain itu, kedua negara juga sepakat meningkatkan kerjasama di bidang pertahanan. Dalam kaitan ini, Presiden Jokowi menawarkan produk-produk industri strategis Indonesia ke Brunei karena  sudah pernah ada penjualan hasil industri strategis Indonesia.

Kedua pemimpin juga melakuka diskusi mengenai isu ASEAN, Presiden Jokowi meminta dukungan Brunei Darussalam agar ASEAN memiliki satu instrumen hukum untuk perlindungan buruh migran.

Menteri Retno juga menambahkan, bahwa Presiden Jokowi juga secara langsung menyampaikan undangan kepada Sultan Hasanah Bolkiah untuk menghadiri KTT Asia Afrika dan Peringatan 60 Tahun Konperensi Asia Afrika yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Bandung, akhir tahu 2015 ini.

Mengutip pernyataan Presiden Jokowi, Menteri Retno mengatakan, bahwa hubungan Indonesia dengan Brunei Darussalam merupakan hubungan yang paling stabil, tidak ada isu krusial yang harus diselesaikan. "Tugas kedua negara adalah meningkatkan hubungan," pungkasnya. [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

SBY Desak PBB Investigasi Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 12:15

Bansos Kunci Redam Gejolak Jika BBM Naik

Minggu, 05 April 2026 | 11:34

Episode Ijazah Jokowi Tak Kunjung Usai

Minggu, 05 April 2026 | 11:20

Indonesia Jangan Diam Atas Kebijakan Kejam Israel

Minggu, 05 April 2026 | 11:08

KPK Buka Peluang Panggil Forkopimda di Skandal THR Cilacap

Minggu, 05 April 2026 | 10:31

Drone Iran Hantam Kompleks Pemerintahan dan Energi Kuwait

Minggu, 05 April 2026 | 10:20

Krisis Global Momentum Perkuat Kemandirian Pangan Nasional

Minggu, 05 April 2026 | 10:14

UU Hukuman Mati Israel untuk Tahanan Palestina Mengarah ke Genosida

Minggu, 05 April 2026 | 09:43

Trump Ancam Iran Buka Selat Hormuz dalam 48 Jam atau Hadapi Konsekuensi

Minggu, 05 April 2026 | 09:33

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Selengkapnya