Berita

ilustrasi/net

Tawuran di Madinah Satu Pekerja Indonesia Ditahan

SABTU, 07 FEBRUARI 2015 | 06:23 WIB | LAPORAN:

Terkait insiden tawuran antara pekerja migran Indonesia (PMI) dengan pekerja asal Mesir di Kota Madinah, Arab Saudi, Tim Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah pada Jumat waktu setempat (6/2) telah melakukan pengecekan dan penanganan.

Hasil pengecekan Tim KJRI ke rumah sakit dan kantor polisi di Kota Madinah tidak didapati adanya korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

"Namun demikian, kejadian tersebut mengakibatkan lima PMI mengalami luka-luka," kata Pelaksana Fungsi Pensosbud KJRI Jeddah Syarif Shahabudin kepada redaksi, Sabtu (7/2).


Menurutnya, aksi tawuran antara pekerja Indonesia dengan pekerja Mesir yang bekerja untuk perusahaan Bin Laden dalam proyek perluasan area Masjid Nabawi terjadi saat jam istirahat sebelum para pekerja kembali ke camp pada Rabu (4/2) pukul 11.30 waktu setempat.

Peristiwa bermula ketika seorang PMI bernama Danar asal Madiun menaiki bus jemputan milik perusahaan dan langsung duduk di kursi yang kosong. Namun dilarang oleh pekerja asal Mesir dengan alasan kursi telah dipesan untuk temannya, sehingga terjadilah pemukulan yang kemudian dapat dilerai.

Atas kejadian itu, dengan dasar solidaritas antar teman sesama PMI, sekitar pukul 14.00 waktu setempat di lokasi proyek lingkungan Masjid Nabawi teman-teman Danar sesama pekerja lainnya melakukan pembalasan dengan memukul pekerja asal Mesir yang sebelumnya memukul Danar di Bus.

Melihat temannya dipukuli, pekerja Mesir lainnya melempari batu dan besi dari lantai atas bangunan yang mengakibatkan sekitar empat PMI mengalami luka-luka.

Dari lima PMI yang menjadi korban, terdapat satu orang atas nama Nanang Rifan asal Semarang yang dirawat di RS Uhud dengan luka pada bagian kanan matanya. Sementara, tiga PMI lainnya yang telah mendapat perawatan di klinik perusahaan saat ini telah kembali ke camp masing-masing.

"Saat ini terdapat lima pekerja yang ditahan di penjara Muwahhad akibat tawuran tersebut. Di mana salah satunya adalah PMI atas nama Sabirudin Syams, dan yang lainnnya tiga pekerja asal Mesir dan satu pekerja asal Pakistan," beber Syarief.

Hingga saat ini, Tim KJRI terus melakukan penanganan atas kasus dimaksud. Diantaranya dengan terus melakukan koordinasi baik dengan pihak kepolisian, rumah sakit maupun perusahaan tempat PMI bekerja guna mendapatkan informasi dan langkah penanganan selanjutnya. [why]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya