Berita

gedung kpk/net

Sayap PDIP Dorong Pembentukan Komisi Etik KPK

RABU, 04 FEBRUARI 2015 | 08:24 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pernyataan Ketua KPK Abraham samad yang menyatakan tidak bisa menghindar dari pertemuan dengan berbagai kalangan perlu ditelusuri lebih jauh dan diminta pertanggung jawabanya.

Ketua DPD Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Jakarta, Faisal Rachman, mengatakan, penyelusuran dan pertanggungjawaban Abraham harus dituntaskan dalam Komisi Etik KPK. Tidak hanya klarifikasi sepihak, karena pertemuan-pertemuan tersebut terindikasi melanggar etika bahkan hukum, menginggat saat kejadian Abraham masih menjabat sebagai ketua KPK, lembaga yang saat ini menjadi benteng terakhir dalam pemberantasan korupsi.

"Maka jalan menyelamatkan KPK tidak bisa tidak harus membentuk Komite Etik untuk mengusut atas tindakan Abraham sebagai ketua KPK," ujar Faisal dalam keterangannya, Rabu (4/2).


Pernyataan mantan Penasihat KPK Abdullah Hehamahua, bahwa jika komisioner KPK bertemu seseorang di luar tugasnya harus disampaikan kepada pimpinan KPK lainya untuk mencegah hal-hal negatif terhadap kredibilitas KPK sendiri adalah tepat. Maka sepatutnya, lanjut Faisal, pembetukan Komisi Etik KPK tak bisa ditunda lagi.

Repdem sebagai sayap PDI Perjuangan juga menyampaikan tidak benar jika PDIP ingin melemahkan dan mengkriminalisasikan KPK.

"Kami mengingatkan bahwa pembentukan KPK lewat UU No.20/2002 adalah produk saat pemerintah Presiden Megawati Seokarnoputri. Ini sebagai jawaban atas tuntutan lemahnya penegakan hukum di Indonesia terutama dalam hal pembrantasan korupsi saat itu," jelas Faisal.

Ia menambahkan, semua ini harus dapat dituntaskan agar tidak dimanfaatkan untuk menyerang atau mendiskriditan sesesorang, kelompok atau golongan tertentu dan menghasilkan konflik politik yang justru menyesatkan dan merugikan rakyat, namun untuk tegaknya dan wibawa hukum secara bermartabat dan beretika. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya