Berita

budi gunawan/net

Tepat, Istana Minta BG Mundur

RABU, 04 FEBRUARI 2015 | 07:57 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Pengamat politik senior AS Hikam menilai taktik Istana meminta Komjen Pol Budi Gunawan mundur dari pencalonan Kapolri sudah tepat.

Menurutnya, meski ada resiko, dengan cara ini Presiden Jokowi ingin segera membatasi dan mengakhiri komplikasi politik pasca pemberhentian Kapolri Jenderal Sutarman dan pencalonan BG, dengan memilih cakapolri yang baru. (Baca: Istana Minta Budi Gunawan Mundur dari Calon Kapolri).

Secara politik, kata AS Hikam, langkah ini membantu Presiden Jokowi dalam rangka segera bisa fokus kepada kinerja kabinet dan melakukan konsolidasi kembali dengan PDIP dan KIH serta pendukungnya baik di Parlemen maupun di luar Parlemen. Relasi dengan KMP pun bisa dijalin dengan meneruskan apa yang telah dicapai Presiden Jokowi saat bersilaturahim dengan Prabowo Subianto dan pimpinan-pimpinan parpol KMP.


Jelas dia, BG dan para pendukungnya di Polri maupun di parpol tentu tidak akan menerima tawaran Presiden Jokowi begitu saja tanpa adanya kompensasi politik maupun non-politik yang bisa mereka terima. Inilah yang mesti dicari solusinya dengan bijak oleh Jokowi, karena BG tidak sendiri. Elit parpol pendukung BG, termasuk Megawati Sukarnoputri, Surya Paloh, dan JK yang selama ini konsisten dalam mendukung pencalonan BG tentu akan meminta Jokowi melakukan trade-off politik, suatu hal yang sangat lumrah dalam permainan politik.

"Secara politik riil Presiden Jokowi masih sangat sulit untuk mengambil jarak terlalu jauh dari mereka, apalagi mandiri total," ujar AS Hikam.

Terakhir, sambung dia, tawaran Istana agar BG mundur merupakan langkah taktis penting, ini adalah isyarat bahwa Istana sudah firm dengan keputusan akan memilih calon Kapolri baru.

"Ini sangat penting dan ditunggu-tunggu oleh sebagian publik yang menginginkan ada keputusan Presiden Jokowi yang tegas untuk keluar dari kemelut yang menguras energi dan merugikan bangsa dan negara," demikian As Hikam. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya