budi gunawan/net
budi gunawan/net
Menurutnya, meski ada resiko, dengan cara ini Presiden Jokowi ingin segera membatasi dan mengakhiri komplikasi politik pasca pemberhentian Kapolri Jenderal Sutarman dan pencalonan BG, dengan memilih cakapolri yang baru. (Baca: Istana Minta Budi Gunawan Mundur dari Calon Kapolri).
Secara politik, kata AS Hikam, langkah ini membantu Presiden Jokowi dalam rangka segera bisa fokus kepada kinerja kabinet dan melakukan konsolidasi kembali dengan PDIP dan KIH serta pendukungnya baik di Parlemen maupun di luar Parlemen. Relasi dengan KMP pun bisa dijalin dengan meneruskan apa yang telah dicapai Presiden Jokowi saat bersilaturahim dengan Prabowo Subianto dan pimpinan-pimpinan parpol KMP.
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43
UPDATE
Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48
Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07
Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46
Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06
Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16
Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02
Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35
Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18
Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13
Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03