Berita

Pertahanan

Panglima TNI: Permildas Prajurit Tidak Boleh Luntur

SENIN, 19 JANUARI 2015 | 17:35 WIB | LAPORAN:

Peraturan Militer Dasar (Permildas) prajurit TNI tidak boleh luntur maupun tergerus pengaruh lingkungan dan budaya global yang cenderung mendorong kepada kebebasan di segala bidang.

Demikian ditegaskan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Laksamana Muda TNI Sugeng Darmawan, S.E. pada Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih, di Lapangan Apel B3 Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Senin (19/1).
 
Panglima TNI mengingatkan para prajurit untuk memperkuat soliditas dan solidaritas di dalam satuan, serta antar satuan. Di samping itu juga membangun komunikasi sosial yang baik dengan masyarakat di manapun bertugas. Keberadaan prajurit dan PNS TNI harus menjadi pemersatu, serta dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi lingkungan masyarakat.
 

 
"Prajurit TNI harus melaksanakan setiap tugas sebaik-baiknya, dengan dilandasi keimanan, semangat, ikhlas dan penuh dedikasi, sehingga dapat menjadi sebuah prestasi serta nilai ibadah. Prajurit TNI harus memiliki loyalitas tegak lurus kepada negara, dan bekerja dengan prinsip kesatuan komando Unity of Command, guna mendukung setiap kebijakan dan hak prerogratif presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan," papar Panglima TNI.
 
Panglima TNI berharap di tahun 2015 ini prajurit dan PNS TNI bekerja lebih semangat agar bisa naik satu tingkat lebih tinggi dan menjangkau sedikit lebih jauh.

"Bekerja bukan saja mencari dan mencapai sukses, tetapi lebih dari itu, kita bekerja untuk menambah nilai sikap dan perilaku prestasi yang berdimensi ibadah," kata Moeldoko.
 
Dalam kaitan tersebut, Panglima TNI menekankan untuk menghindari dan membuang jauh-jauh sikap-sikap primitif dan primodial yang mendorong melakukan perbuatan tidak menyenangkan, perkelahian, narkoba dan tindakan kriminal lainnya, yang akhirnya akan merugikan diri sendiri, satuan serta masyarakat.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya