Berita

Pertahanan

Kejurnas Karate Piala Panglima TNI Ditutup

SABTU, 17 JANUARI 2015 | 07:55 WIB | LAPORAN:

Pembinaan dan penyiapan atlet Karate berprestasi bertaraf Internasional tidak bisa hanya bersandar pada bakat, tetapi juga menuntut aplikasi sistem dan metode serta sarana dan prasarana.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko dalam amanat tertulisnya yang dibacakan oleh Koorsahli Panglima TNI Mayjen TNI Wisnu Bawa Tenaya saat menutup Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Panglima TNI III, di GOR A. Yani Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur, Jumat malam (16/1).
 
Panglima TNI mengharapkan para pemangku cabang olahraga Karate di jajaran TNI dan stake holder daerah untuk lebih kreatif membangun sinergitas kelembagaan yang dapat dikolaborasikan dengan KONI daerah dan PB. FORKI, guna memperoleh keluasan pengetahuan Sport Management dan Sport Science olahraga Karate.


"Kolaborasi tersebut dapat dijadikan media komunikasi dan pembinaan ke satuan daerah, serta menjadi wadah pembinaan prestasi atlet Karate TNI di daerah," ujar Panglima yang juga Ketua Dewan Pembina Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI).

Apapun hasil kejuaraan ini, lanjut Moeldoko, baik berupa peningkatan maupun penurunan prestasi, harus tetap diapresiasi dan dipandang sebagai sebuah tantangan agar para atlet tidak terlena dengan keberhasilan ataupun frustrasi karena sebuah kegagalan.
 
Keluar sebagai juara pada Kejurnas Karate Piala Panglima TNI III yang berlangsung dari tanggal  15-16  Januari 2015, adalah sebagai berikut :  Juara Umum I diraih oleh Kontingen Mabes TNI AD dengan 13 Emas, 7 Perak dan 2 Perunggu. Juara Umum II diraih oleh Kontingen Paspampres dengan 3 Emas, 1 Perak dan 6 Perunggu.  Juara Umum III diraih oleh Kontingen Mabes TNI AL dengan 1 Emas, 3 Perak dan 7 Perunggu. 

Sementara itu, peraih Best of The Best yaitu Maruli JL Butar Butar (Putra) dan Ni Made Puspita Sari (Putri), keduanya dari Kontingen Mabes TNI AD. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya