Berita

Yudi Widiana Adia/net

Politik

BBM Turun, Pemerintah Juga Harus Bertanggung Jawab Turunkan Tarif Transportasi

KAMIS, 15 JANUARI 2015 | 20:00 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi V DPR RI menuntut penurunan tarif transportasi dan sembako menyusul rencana pemerintah kembali menurunkan harga BBM jenis premium menjadi dikisaran Rp 7000-6500 dari Rp 7.600 perliter.

Aturan tentang penurunan tarif harus segera dibuat dan disosialisasikan kepada penyedia moda transportasi untuk dilaksanakan.

Wakil Ketua Komisi V Yudi Widiana Adia menegaskan rencana pemerintah untuk menurunkan harga BBM harus diikuti dengan penurunan tarif angkutan yang signifikan di lapangan. Pasalnya, harga BBM juga turun signifikan.


"Presiden sudah menyampaikan di media akan menurunkan harga BBM dan meminta tarif tranportasi diturunkan. Sekarang, kami menagih komitmen itu dan harus benar-benar terimplementasikan. Karena meski BBM turun, tidak ada jaminan tarif transportasi bisa kembali seperti semula. Prakteknya di lapangan tarif susah turun. Itu sudah terbukti," kata Yudi di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta,  Kamis (15/1).

Komisi V akan mengawasi kebijakan pemerintah dalam menurunkan tarif transportasi, baik tarif angkutan dalam kota, angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun angkutan kota antar provinsi (AKAP).

"Penurunan tarif harus di semua level. Bukan cuma angkot, tapi AKDP dan AKAP juga. Pemerintah tidak bisa lepas tangan dan hanya mengurusi AKAP. Tapi juga harus mengawasi tarif transportasi di daerah dengan cara berkoordinasi dengan Pemda. Pemerintah harus bertanggung jawab karena kenaikan tarif angkutan ini akibat kebijakan kenaikan BBM November lalu," kata Yudi.

Sebelumnya, Komisi V juga mengkritik kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM disaat harga BBM dunia justru terus turun. November lalu, Komisi V meminta Pemerintah tidak buru-buru menaikan harga BBM karena kenaikan harga BBM, otomatis akan mendongkrak kenaikan semua harga, khususnya sembako dan biaya transportasi.

"Sebelum naik, kami sudah minta pemerintah berhati-hati mengambil kebijakan menaikan harga BBM. Apalagi dasar kenaikan harganya tidak beralasan. Sekarang baru 2 bulan dinaikan, harga BBM mau diturunkan lagi. Sementara semua harga sudah naik dan rakyat sudah merasakan dampaknya. Jadi, sekarang pemerintah harus bertanggungjawab dan mengawal agar semua harga dan tarif transportasi turun sesuai dengan penurunan harga BBM yang akan segera diumumkan," tandas politisi PKS ini. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

UPDATE

Brigjen Victor Alexander Lateka Dikukuhkan Sebagai Ketua Umum PABKI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:48

MBG Program Baik, Namun Pelaksanaannya Terlalu Dipaksakan

Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:07

Suporter Indonesia Bisa Transaksi Pakai wondr by BNI di Thailand Open 2026

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:46

Rupiah Jebol Rp17.600, Prabowo: di Desa Nggak Pakai Dolar

Sabtu, 16 Mei 2026 | 16:06

Sjafrie Kumpulkan BIN hingga Panglima TNI, Fokus Kawal Mineral Strategis RI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:16

Saham Magnum Melonjak Usai Rumor Akuisisi Blackstone dan CD&R

Sabtu, 16 Mei 2026 | 15:02

Prabowo Curhat Kenyang Diejek TNI-Polri Urus Jagung: Itu Aparat Rakyat!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:35

Kemenhaj Perkuat Tata Kelola Dam, Jemaah Haji Diminta Gunakan Jalur Resmi Adahi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:18

Instants Fitur Baru Instagram, Ini Bedanya dengan Stories

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:13

Prabowo Minta Aparat Koreksi Diri: Jangan Jadi Beking Narkoba

Sabtu, 16 Mei 2026 | 14:03

Selengkapnya